Buruh.co

Portal Berita Buruh Paling Aktual

Dhinda Tantang Ratchanok Intanon di Babak Utama Malaysia Masters 2026
16:21 WIB
Bulutangkis

Dhinda Tantang Ratchanok Intanon di Babak Utama Malaysia Masters 2026

Pers Publik – Tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, memastikan langkah ke babak utama BWF World Tour Super 500 Malaysia Masters 2026 setelah memenangi pertandingan kualifikasi di Stadium Axiata Arena, KL Sports City, Bukit Jalil, Selasa (19/5/2026). Tunggal putri Indonesia itu mengalahkan wakil Hong Kong, Lo Sin Yan Happy, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 21-7, 21-11. Kemenangan tersebut membawa Dhinda menghadapi unggulan kedua asal Thailand, Ratchanok Intanon, pada babak 32 besar. Dhinda mengaku mempersiapkan diri dengan mempelajari permainan lawannya sebelum pertandingan berlangsung. Ia juga meminta masukan dari rekannya yang pernah menghadapi Lo Sin Yan Happy. “Ini merupakan pertemuan pertama saya dengan Happy. Sebelumnya saya bertanya kepada Thalita yang sudah pernah melawan dia mengenai cara bermainnya,” ujar Dhinda dalam keterangan tertulis PP PBSI seusai pertandingan. Ia menambahkan, analisis pertandingan lawan turut membantu penampilannya di laga kualifikasi. “Saya juga menonton video pertandingan dia dan itu sangat membantu untuk meraih kemenangan tadi,” katanya. Menghadapi Ratchanok Intanon pada pertandingan berikutnya, pebulu tangkis asal Bali tersebut menegaskan ingin tampil optimal sambil menjaga fokus dan kondisi fisik. “Besok di 32 besar bertemu Ratchanok Intanon, saya mau coba maksimal. Sekarang tinggal menjaga fokus dan kondisi,” ujar Dhinda. Dhinda juga ingin memanfaatkan turnamen Malaysia Masters 2026 untuk memperbaiki posisi peringkat dunianya. Ia menyebut hasil kurang memuaskan di Thailand serta hilangnya poin dari Denmark IC dan Luxembourg Open musim lalu memengaruhi posisinya saat ini. “Di sini saya ingin memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk bisa menaikkan peringkat lagi setelah minggu ini turun jauh karena hasil kurang memuaskan minggu lalu di Thailand dan poin final di Denmark IC serta Luxembourg Open tahun lalu hilang,” ucapnya. (*)
Kunci Gitar Lagu Sesi Potret Lengkap – eñau feat Ari Lesmana
15:10 WIB
Chord & Lirik

Kunci Gitar Lagu Sesi Potret Lengkap – eñau feat Ari Lesmana

Kunci gitar lagu Sesi Potret menghadirkan nuansa sendu sejak bait pertama terdengar. Selain itu, lagu ini membawa cerita kehilangan dengan lirik yang sangat emosional. Berikut kunci gitar lagu Sesi Potret: Judul Lagu: Sesi Potret Penyanyi: eñau feat Ari Lesmana Ciptaan: eñau [chord] [intro] [C..][F] [Fm] [C..][F] [Fm] [F] Tahun l[G]alu berjuta [C]alasanku.. [F] Maaf tak[G] bisa pulang Pen[C]ghasilanku pas-pasan [F] Kali [G]ini sudah l[C]umayan.. [G] Berkat d[G]oamu diij[C]abah Sang Maha Kaya [Dm] Dan tahun[G] in[Em]i.. ku bisa[Am] pulang.. [Dm] Oleh-[G]oleh sudah di[C] tangan.. [Dm] tapi [G]anehnya bukan[E/G#] kau yang menya[Am]mbut[-G]ku.. [Dm]ohh ternya[-Em]ta..[F] kau yang lebih dulu p[G]ulang... Reff: [C] Ku bertamu ke rumah[F] barumu [Em] Tak ada k[Am]amu Hanya[Dm] papan dan n[G]amamu.. [C] Mana ocehan wewang[F]ian khasmu Jarak[Em] ini terl[Am]alu jauh Kalau[Dm] rindu aku[G] tak mampu.. S[F]oal ikhlas te[G]rnyata aku[E/G#] masih am[Am]atir Gengsi[Dm] menyelimuti[-Em]ku.. Man[F]usia ini k[Fm]ehilanga[(C)]nmu.. [inter] [C] [D/F#] [F] [Em] [G] [D] [Dm] [-Fm] [C] Ooo ooo oo.. [F] Sesi p[G]otret yang selalu[C] ku benci.. [F] Aneh r[G]asanya kau tak[C] di sini.. [F] Susunan bari[G]sannya tak sama[C] lagi.. Oooh.. sa[Dm]tu.. d[-Em]ua[Fm].. tiga.. Ini nyata, kau te[G]lah pergi.. Reff: [C] Ku bertamu ke ru[F]mah barumu [Em]Tak ada [Am]kamu Hanya [Dm]papan dan [G]namamu.. [C]Mana ocehan wewang[F]ian khasmu Jarak [Em]ini ter[Am]lalu jauh Kalau [Dm]rindu ak[G]u tak mampu.. [F]Sesal hat[G]iku tak sempa[E/G#]t tem[Am]ani kamu.. Harus[Dm]nya kubis[G]ikkan Kata a[C]jaib ke telingamu.. So[F]al ikhlas te[G]rnyata ak[E/G#]u mas[Am]ih amatir Masih sa[Dm]ngat amatir.. Gengsi me[Am]nyelimutiku.. Manusia [F]ini keh[G]ilang[C]a[Fm]n[C]m[Fm]u.. [C]Ke..hi.[Fm].la..nga[C]n[Fm]..mu.. [/chord] [nochord] Lagu “Sesi Potret” menyuguhkan cerita kepulangan yang penuh penyesalan. Namun, tokoh dalam lagu justru kehilangan sosok tercinta sebelum bertemu kembali. Karena itu, pendengar langsung merasakan luka mendalam dalam setiap baitnya. Selain menyentuh, chord lagu Sesi Potret juga terdengar sederhana. Oleh sebab itu, banyak penikmat musik mudah memainkan lagu ini menggunakan gitar akustik. Perpindahan chord dalam lagu ini terasa halus dan emosional. Bahkan, kombinasi nada minor membuat suasana lagu semakin pilu. Sementara itu, bagian reff langsung meninggalkan kesan mendalam bagi pendengar. Lirik lagu Sesi Potret juga memuat banyak kalimat emosional yang relatable. Misalnya, bagian “ku bertamu ke rumah barumu” langsung menggambarkan kehilangan sangat besar. Karena itu, banyak pendengar merasa tersentuh setelah mendengarkan lagu ini. Selain menyajikan cerita sedih, lagu ini juga membawa pesan keikhlasan. Namun, tokoh dalam lagu masih kesulitan menerima kenyataan pahit tersebut. Oleh karena itu, suasana lagu terasa semakin menyayat hati. Bagi pemula, kunci gitar lagu Sesi Potret cukup nyaman dimainkan. Sebab, lagu ini memakai progresi chord yang umum digunakan. Selain itu, tempo lagu juga cenderung stabil sepanjang permainan. Sementara itu, bagian reff menjadi momen paling kuat dalam lagu ini. Karena lirik dan melodinya berpadu sangat harmonis, pendengar mudah terbawa suasana. Popularitas lagu ini terus meningkat di media sosial. Bahkan, banyak kreator memakai lagu tersebut sebagai latar video emosional. Oleh sebab itu, pencarian kunci gitar lagu Sesi Potret terus bertambah. Selain mencari chord, banyak pendengar juga menghafal lirik lagu Sesi Potret. Sebab, setiap bait terdengar jujur dan penuh perasaan. Karena itu, lagu ini mudah melekat dalam ingatan pendengar. Bagi pencinta lagu galau, “Sesi Potret” layak masuk daftar putar harian. Selain melodinya indah, cerita dalam lagu juga terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. (*)
BPS Catat Inflasi Produsen Triwulan I 2026 Capai 3,15 Persen secara Tahunan
04:39 WIB
Data

BPS Catat Inflasi Produsen Triwulan I 2026 Capai 3,15 Persen secara Tahunan

Pers Publik – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Produsen (IHP) pada Triwulan I 2026 mengalami inflasi sebesar 3,15 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan beberapa triwulan sebelumnya dan menunjukkan adanya peningkatan harga di tingkat produsen pada sejumlah sektor usaha. Berdasarkan data BPS dalam Berita Resmi Statistik Nomor 45/05/Th. XXIX tertanggal 4 Mei 2026, nilai indeks harga produsen terus mengalami kenaikan sejak Triwulan I 2025. Pada periode tersebut, indeks tercatat sebesar 134,89, kemudian meningkat menjadi 135,46 pada Triwulan II 2025, naik lagi menjadi 135,78 pada Triwulan III 2025, lalu 136,81 pada Triwulan IV 2025, dan mencapai 139,13 pada Triwulan I 2026. Secara sektoral, inflasi produsen tahunan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 6,44 persen. Sementara itu, sektor pengelolaan air mencatat inflasi 3,85 persen dan sektor pengangkutan sebesar 3,42 persen. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami inflasi sebesar 3,25 persen, diikuti industri pengolahan 2,76 persen, akomodasi, makanan, dan minuman 2 persen, jasa kesehatan 1,74 persen, jasa pendidikan 1,69 persen, serta pengadaan listrik dan gas sebesar 1,88 persen. Selain secara tahunan, BPS juga mencatat inflasi produsen secara triwulanan atau quarter-to-quarter (q-to-q) pada Triwulan I 2026 sebesar 1,70 persen. Dalam perhitungan q-to-q, sektor pertambangan dan penggalian kembali menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 7,46 persen. Selanjutnya, sektor pengelolaan air mengalami inflasi 2,52 persen dan sektor pengangkutan sebesar 1,47 persen. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami inflasi 1,02 persen, industri pengolahan 1,01 persen, jasa kesehatan 0,86 persen, akomodasi, makanan, dan minuman 0,69 persen, pengadaan listrik dan gas 0,41 persen, serta jasa pendidikan sebesar 0,16 persen. Kenaikan indeks harga produsen tersebut mencerminkan adanya peningkatan biaya dan harga pada berbagai sektor ekonomi di tingkat produsen selama awal 2026. (*)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61 Persen di Awal 2026
21:09 WIB
Data

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61 Persen di Awal 2026

Pers Publik – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Capaian tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan ditopang oleh peningkatan konsumsi pemerintah serta pertumbuhan sejumlah sektor jasa dan konsumsi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara PDB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun. Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 13,14 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor jasa lainnya sebesar 9,91 persen serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04 persen. Industri pengolahan yang masih mendominasi struktur ekonomi nasional turut tumbuh 5,04 persen. Adapun lima sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional yakni industri pengolahan sebesar 19,07 persen, perdagangan dan reparasi mobil-sepeda motor 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta pertambangan dan penggalian 8,69 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi yakni mencapai 21,81 persen secara tahunan. Selain itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,96 persen, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) 6,28 persen. BPS juga mencatat struktur PDB nasional masih didominasi konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 54,36 persen terhadap total ekonomi Indonesia. PMTB menyumbang 28,29 persen dan ekspor barang serta jasa sebesar 21,22 persen. Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mengalami kontraksi 0,77 persen dibanding triwulan IV-2025 atau secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q). Penurunan terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 8,20 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar terjadi pada konsumsi pemerintah yang turun 30,13 persen dibanding kuartal sebelumnya. Selain itu, ekspor barang dan jasa turun 9,15 persen serta PMTB turun 7,54 persen. Secara wilayah, Pulau Jawa masih menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan pertumbuhan 5,79 persen secara tahunan. Posisi berikutnya ditempati Sumatera dengan kontribusi 22,08 persen dan pertumbuhan 5,13 persen. Sementara itu, kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 7,93 persen, disusul Sulawesi 6,95 persen, Jawa 5,79 persen, Sumatera 5,13 persen, Maluku dan Papua 4,46 persen, serta Kalimantan 4,08 persen. (*)
Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula
12:31 WIB
Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula

Pers Publik – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong tumbuhnya wirausaha baru di berbagai daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan Program TKM Pemula dirancang untuk membantu masyarakat membangun usaha mandiri yang produktif dan berkelanjutan. “Program TKM Pemula menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Estiarty dalam keterangannya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (13/5/2026). Ia menjelaskan, pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dibuka hingga 17 Mei 2026 melalui platform SIAPkerja dan Bizhub. Masyarakat yang memenuhi persyaratan diimbau segera melengkapi dokumen dan melakukan pendaftaran secara daring. Adapun persyaratan penerima bantuan meliputi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia, berusia minimal 18 tahun dan maksimal 64 tahun, serta memiliki KTP atau e-KTP. Dalam satu Kartu Keluarga (KK), bantuan hanya dapat diterima oleh satu anggota keluarga. Selain itu, pendaftar tidak sedang menempuh pendidikan setara SMA/SMK atau sederajat, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, maupun pensiunan ASN, serta tidak sedang terikat hubungan kerja baik dengan pemerintah maupun swasta. Peserta juga dipastikan belum pernah menerima bantuan TKM Pemula maupun TKM Lanjutan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan tidak sedang menerima bantuan program Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker pada tahun berjalan. Syarat lainnya, peserta wajib memiliki sertifikat pelatihan vokasi yang diterbitkan UPTP/UPTD bidang pelatihan vokasi atau sertifikat layanan kewirausahaan yang diterbitkan UPTP bidang Perluasan Kesempatan Kerja, yakni BPKK Bekasi, BPKK Kendari, dan BBPKK Bandung Barat, pada periode 2025 hingga 2026. Peserta juga wajib memiliki ide usaha atau usaha yang dibuktikan melalui Surat Keterangan Usaha (SKU) yang diterbitkan kelurahan/desa atau Nomor Induk Berusaha (NIB), disertai foto lokasi atau kegiatan usaha. Selain itu, pendaftar wajib memiliki akun SIAPkerja. Dalam program tersebut, Kemnaker menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta per orang yang dapat digunakan untuk pembelian peralatan usaha dan/atau bahan baku sesuai bidang usaha yang diajukan. Adapun sektor usaha yang dapat dikembangkan meliputi pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, jasa boga, ekonomi kreatif, perdagangan barang, hingga jasa perorangan. Seluruh proses pendaftaran dan pengajuan bantuan dilakukan secara digital melalui platform SIAPkerja dan Bizhub tanpa dipungut biaya. Karena itu, masyarakat diimbau waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Program TKM Pemula maupun Kemnaker. Kemnaker mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak mana pun. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau meminta imbalan tertentu dalam proses seleksi. Apabila terdapat pihak yang meminta biaya dengan mengatasnamakan Program TKM Pemula, masyarakat diimbau segera melaporkannya melalui kanal resmi Kemnaker agar dapat segera diproses sesuai ketentuan. Setelah proses pendaftaran ditutup, Kemnaker akan melakukan seleksi administrasi, penilaian substansi usaha, dan wawancara guna memastikan kelayakan calon penerima bantuan. Hasil seleksi nantinya diumumkan melalui platform Bizhub. Dalam pelaksanaan Program TKM Pemula, Kemnaker mengatur mekanisme penyaluran bantuan, penggunaan dana, hingga pelaporan pertanggungjawaban secara rinci. Penerima bantuan diwajibkan menggunakan dana sesuai proposal usaha serta menyampaikan laporan penggunaan bantuan paling lambat 31 Desember 2026. (rel)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61 Persen di Awal 2026
21:09 WIB
Data

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61 Persen di Awal 2026

Pers Publik – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Capaian tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan ditopang oleh peningkatan konsumsi pemerintah serta pertumbuhan sejumlah sektor jasa dan konsumsi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara PDB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun. Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 13,14 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor jasa lainnya sebesar 9,91 persen serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04 persen. Industri pengolahan yang masih mendominasi struktur ekonomi nasional turut tumbuh 5,04 persen. Adapun lima sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional yakni industri pengolahan sebesar 19,07 persen, perdagangan dan reparasi mobil-sepeda motor 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta pertambangan dan penggalian 8,69 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi yakni mencapai 21,81 persen secara tahunan. Selain itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,96 persen, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) 6,28 persen. BPS juga mencatat struktur PDB nasional masih didominasi konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 54,36 persen terhadap total ekonomi Indonesia. PMTB menyumbang 28,29 persen dan ekspor barang serta jasa sebesar 21,22 persen. Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mengalami kontraksi 0,77 persen dibanding triwulan IV-2025 atau secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q). Penurunan terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 8,20 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar terjadi pada konsumsi pemerintah yang turun 30,13 persen dibanding kuartal sebelumnya. Selain itu, ekspor barang dan jasa turun 9,15 persen serta PMTB turun 7,54 persen. Secara wilayah, Pulau Jawa masih menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan pertumbuhan 5,79 persen secara tahunan. Posisi berikutnya ditempati Sumatera dengan kontribusi 22,08 persen dan pertumbuhan 5,13 persen. Sementara itu, kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 7,93 persen, disusul Sulawesi 6,95 persen, Jawa 5,79 persen, Sumatera 5,13 persen, Maluku dan Papua 4,46 persen, serta Kalimantan 4,08 persen. (*)
Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula
12:31 WIB
Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula

Pers Publik – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong tumbuhnya wirausaha baru di berbagai daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan Program TKM Pemula dirancang untuk membantu masyarakat membangun usaha mandiri yang produktif dan berkelanjutan. “Program TKM Pemula menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Estiarty dalam keterangannya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (13/5/2026). Ia menjelaskan, pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dibuka hingga 17 Mei 2026 melalui platform SIAPkerja dan Bizhub. Masyarakat yang memenuhi persyaratan diimbau segera melengkapi dokumen dan melakukan pendaftaran secara daring. Adapun persyaratan penerima bantuan meliputi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia, berusia minimal 18 tahun dan maksimal 64 tahun, serta memiliki KTP atau e-KTP. Dalam satu Kartu Keluarga (KK), bantuan hanya dapat diterima oleh satu anggota keluarga. Selain itu, pendaftar tidak sedang menempuh pendidikan setara SMA/SMK atau sederajat, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, maupun pensiunan ASN, serta tidak sedang terikat hubungan kerja baik dengan pemerintah maupun swasta. Peserta juga dipastikan belum pernah menerima bantuan TKM Pemula maupun TKM Lanjutan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan tidak sedang menerima bantuan program Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker pada tahun berjalan. Syarat lainnya, peserta wajib memiliki sertifikat pelatihan vokasi yang diterbitkan UPTP/UPTD bidang pelatihan vokasi atau sertifikat layanan kewirausahaan yang diterbitkan UPTP bidang Perluasan Kesempatan Kerja, yakni BPKK Bekasi, BPKK Kendari, dan BBPKK Bandung Barat, pada periode 2025 hingga 2026. Peserta juga wajib memiliki ide usaha atau usaha yang dibuktikan melalui Surat Keterangan Usaha (SKU) yang diterbitkan kelurahan/desa atau Nomor Induk Berusaha (NIB), disertai foto lokasi atau kegiatan usaha. Selain itu, pendaftar wajib memiliki akun SIAPkerja. Dalam program tersebut, Kemnaker menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta per orang yang dapat digunakan untuk pembelian peralatan usaha dan/atau bahan baku sesuai bidang usaha yang diajukan. Adapun sektor usaha yang dapat dikembangkan meliputi pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, jasa boga, ekonomi kreatif, perdagangan barang, hingga jasa perorangan. Seluruh proses pendaftaran dan pengajuan bantuan dilakukan secara digital melalui platform SIAPkerja dan Bizhub tanpa dipungut biaya. Karena itu, masyarakat diimbau waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Program TKM Pemula maupun Kemnaker. Kemnaker mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak mana pun. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau meminta imbalan tertentu dalam proses seleksi. Apabila terdapat pihak yang meminta biaya dengan mengatasnamakan Program TKM Pemula, masyarakat diimbau segera melaporkannya melalui kanal resmi Kemnaker agar dapat segera diproses sesuai ketentuan. Setelah proses pendaftaran ditutup, Kemnaker akan melakukan seleksi administrasi, penilaian substansi usaha, dan wawancara guna memastikan kelayakan calon penerima bantuan. Hasil seleksi nantinya diumumkan melalui platform Bizhub. Dalam pelaksanaan Program TKM Pemula, Kemnaker mengatur mekanisme penyaluran bantuan, penggunaan dana, hingga pelaporan pertanggungjawaban secara rinci. Penerima bantuan diwajibkan menggunakan dana sesuai proposal usaha serta menyampaikan laporan penggunaan bantuan paling lambat 31 Desember 2026. (rel)
Luas Panen dan Produksi Jagung Indonesia Maret 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu
05:50 WIB
Data

Luas Panen dan Produksi Jagung Indonesia Maret 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu

Pers Publik – Indonesia mencatat penurunan luas panen dan produksi jagung pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut disampaikan dalam Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 47/05/Th. XXIX, 4 Mei 2026 berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA). Pada Maret 2026, luas panen jagung tercatat sebesar 0,25 juta hektare. Angka ini turun 14,44 persen atau sekitar 0,04 juta hektare dibandingkan Maret 2025. Penurunan juga terjadi pada produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK-KA 14%). Produksi jagung Maret 2026 tercatat sebesar 1,40 juta ton, turun 14,23 persen atau sekitar 0,23 juta ton dibandingkan Maret tahun lalu. Secara bulanan, tren produksi jagung sepanjang 2025 hingga 2026 menunjukkan fluktuasi. Produksi tertinggi terjadi pada Februari 2025 sebesar 1,86 juta ton, sedangkan pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,77 juta ton. Sementara itu, produksi pada Mei 2026 diperkirakan mencapai 1,08 juta ton dan meningkat menjadi 1,43 juta ton pada Juni 2026. Untuk luas panen, capaian tertinggi pada periode pengamatan terjadi pada Februari 2025 sebesar 0,33 juta hektare. Sedangkan pada Februari 2026 luas panen tercatat 0,31 juta hektare. Secara kumulatif Januari hingga Juni 2026, luas panen jagung diperkirakan mencapai 1,46 juta hektare, turun 2,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 1,50 juta hektare. Produksi jagung kumulatif Januari–Juni 2026 juga diperkirakan menurun menjadi 8,33 juta ton JPK-KA 14%, atau turun 2,69 persen dibandingkan Januari–Juni 2025 yang mencapai 8,56 juta ton. Sementara itu, potensi panen jagung pada April–Juni 2026 diperkirakan mencapai 0,66 juta hektare, relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, potensi produksi jagung pada April–Juni 2026 diperkirakan turun 1,17 persen menjadi 3,77 juta ton dibandingkan 3,82 juta ton pada 2025. BPS menjelaskan bahwa angka produksi Januari–Maret 2026 merupakan angka sementara, sedangkan produksi April–Juni 2026 masih berupa angka potensi yang dapat berubah pada rilis berikutnya. (*)