Dinamika Buruh

Voting Dewan Pengupahan Bekasi Usulkan Kenaikan UMP 6,5 persen Jadi Rp 4,791,843

Buruh.co, Jakarta – Voting Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi pada Rabu, 18 November 2020, memutuskan untuk merekomendasikan penyesuaian UMP Kabupaten Bekasi 2021 sebanyak 6,5 persen. Dengan begitu, Dewan Pengupahan merekomendasikan kenaikan upah ddari Rp 4,498,961 pada 2020 menjadi Rp 4,791,843.

Kesimpulan itu diambil setelah rapat di Pemda Bekasi yang berlangsung alot. Bahkan, rapat sempat diskors selama beberapa jam. Aliansi Buruh Bekasi Melawan juga turun untuk mengawal rapat tersebut. Dalam rapat tersebut, anggota Dewan Pengupahan Kab Bekasi dari unsur buruh mengusulkan kenaikan upah menjadi Rp 4,865,172. Namun, pihak pengusaha bersikukuh agar tidak ada kenaikan UMP.

Setelah gagal mencapai mufakat, Dewan Pengupahan memutuskan untuk melakukan voting antara usulan kenaikan sebesar 8,14 dari serikat dan 6,51 dari buruh. Hasilnya, 14 mendukung 8,14 usulan pemerintah dan 4 mendukung usulan buruh.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah meminta tidak ada kenaikan UMP untuk 2021 karena dampak COVID-19. Ia menerbitkan rekomendais pemerintah pusat itu dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan RI No M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetaan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Namun, surat tersebut mendapat penolakan dari serikat buruh dan ekonom karena dianggap menghambat pertumbuhan daya beli dan mempersulit pemulihan ekonomi.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close