Dinamika Buruh

SP TUKS Ajak Gerakan Rakyat Lampung Gelar Aksi Besar Desak PT TEL Penuhi Komitmen Keberlangsungan Kerja

Buruh.co, Jakarta – Serikat Pekerja TUKS (SP TUKS) mengundang gerakan-gerakan buruh lintas organisasi dan gerakan rakyat lainnya untuk terlibat dalam unjuk rasa menuntut keberlangsungan kerja pada Sabtu, 8 Agustus 2020. Undangan ini merupakan kelanjutan dari aksi tiga hari mendesak PT. Tanjunenim Lestari Pulp and Paper mewujudkan komitmen yang sebelumnya diberikan pada buruh. 

Sejak Rabu hingga Jumat anggota Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI-KPBI) itu bersama Aliansi Buruh Lampung dan sejumlah gerakan mahasiswa sudah menggeruduk gudang PT TEL di desa Tarahan, Lampung Selatan. Mediasi pada Kamis menjanjikan akan ada perundingan langsung antara dewan direktur PT TEL dengan serikat pekerja. Namun, hasil mediasi itu tak kunjung terwujud pada kamis. Oleh karena itu, SP TUKS menyerukan aksi besar-besaran mulai pukul 07.00 pagi. 

Korlap aksi pada Jumat, 7 Agustus 2020, Budi memperkirakan eskalasi konflik akan memanas pada sabtu. “Jika hari ini top manajemen PT.Tanjungenim Lestari pulp and paper mengingkari janji, akan ada solidaritas penuh dari aliansi buruh Lampung dan Mahasiswa yang akan hadir besok,”jelasnya di tengah-tengah aksi.

Ketua SP TUKS A Hafizd mengatakan selama ini ia mencoba menenangkan anggota-anggotanya yang sudah tidak bekerja sejak dua bulan lalu akibat pergantian vendor di gudang produsen pulp dan kertas kelas dunia itu. Namun, tampaknya situasi akar rumput semakin tidak kondusif sebagai reaksi dari pihak perusahaan yang tidak menepati hasil mediasi untuk berunding pada Jumat. 

Hadir pada aksi hari ini kawan-kawan mahasiswa LMND-DN dan SMI, perwakilan kawan-kawan solidaritas buruh diantaranya FSBKU,FSPMI,FBTPI,FSBMM yang tergabung dalam aliansi buruh Lampung. “LMND-DN akan terus mengawal perjuangan kawan-kawan TUKS sampai kawan kawan memdapatkan kemengan atas hak-hak yang telah dilupakan,” kata Kristina Tiya Ayu, koordinator wilayah LMND-DN Lampung. Ia merupakan salah satu dari gerakan mahasiswa yang mengawal perjuangan kawan-kawan TUKS selama 65 hari. 

Sebelumnya, PT TEL, sebagai salah satu produsen kertas dan pulp kelas dunia, mengalihkan pekerjaan bongkar muat dari semula dikelola PT Kaliguma Transindo. Setelah PT Kaliguma berakhir, pekerjaan diserahkan pada PT Kamigumi yang menyerahkannya lagi pada PT Sinar Jernih Suksesindo. Padahal, proses menyerahkan kembali pekerjaan outsourcing ini tidak diperbolehkan. Artinya, PT Kamigumi terindikasi melanggar Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 tentang Syarat-syarat Penyerahan sebagian Pelaksanaan Pekerjaan pada Perusahaan lain.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close