Dinamika Buruh

Solidaritas Buruh Pelabuhan Priok, Pekerja JICT Bagikan Vitamin dan APD pada Buruh Bongkar Muat

Buruh.co, Jakarta- Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal ( SPJICT) melaksanakan program kesehatan pencegahan terhadap menaggulangi Wabah Pandemi Corona Virus Deasese 2019 (Covid-19) di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, SPJICT juga memberikan paket Alat Perlindungan Diri sederhana berupa masker disposable dan masker kain (bisa di cuci), pencuci tangan (hand sanitizer), dan vitamin C kepada Serikat Tenag Kerja Bongkar Muat – Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (STKBM- FBTPI ).

Hazris Malsyah (Ketua Umum SP JICT) mengatakan bantuan itu merupakan bentuk solidaritas melawan COVID-19. “Diberikan sebanyak 100 paket ke kawan2 STKBM. Mari kita bersama lawan corona,” katanya di tengah pembagian pada Selasa (01/04).

Pemerintah telah mengeluarkan peraturan terkait pencegahan covid -19 dengan menerapkan pembatasan sosial dalam skala besar dengan disertai dengan pemberian sanksi bagi yang melanggarnya ( PSBP). Namun, pelabuhan memegang peranan penting (essential business) ketika masa pandemi.

Seiring belum di lakukannya penutupan pelabuhan, maka para pekerja butuh menjaga kesehatan terutama stamina dan pencegahan virus wabah covid 19 yang terus meningkat. Nurtakim ketua Serikat Tenag Kerja Bongkar Muat (FBTPI-KPBI) sangat apresiasi kepada serikat SPJICT yang telah memberikan donasi paket APD. “Saya menghimbau agar serikat –serikat yang ada di pelabuhan agar peduli pada tenaga kerja bongkar muat dimana kawan-kwan TKBM tidak ada pilihan untuk bekerja jika dirumah dia kelapar,” ujarnya.

Hamid anggota STKBM sangat berterima kasih kepada STKBM dan SPJICT atas kepedulian Kepada anggota dalam pemberian paket bantuan tersebut. “Sampai saat ini dipelabuhan tidak ada lockdown, kalo gak kerja ya gak makan walaupun virus Corona covid 19 sangat beresiko terpapar. Ya bagaimana lagi harus kerja,” ungkapnya.

Hingga Kamis, 2 April 2020, sebanyak 1790 orang dinyatakan positif COVID-19. Dari jumlah itu, 170 meninggal dan 112 dinyatakan sembuh. Di Jakarta sendiri, jumlah positif mencapai 897 dengan 90 kasus berujung pada kematian dan 52 sembuh. Dalam sehari (Rabu-Kamis), ada 80 kasus baru di Jakarta.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close