Perjuangan Kita

Sidang Kembali Ditunda, Para Penggugat Minta PTUN Segera Keluarkan Putusan Sela Memerintahkan Presiden Menunda Pelaksanaan Surpres Omnibus Law

Proses persidangan gugatan pembatalan Surat Presiden (Surpres) Omnibus Law-RUU Cipta Kerja kembali berlanjut pada Selasa, 11 Agustus 2020. Sidang yang diagendakan sebelumnya untuk melanjutkan pemeriksaan bukti surat ditunda sebab dua majelis hakim tidak dapat menghadiri persidangan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) hakim. Para Penggugat sangat menyayangkan sikap hakim yang kembali menunda persidangan dan tidak memberitahukan sebelumnya mengenai penundaan tersebut.

Padahal dalam agenda sidang tersebut, Para Penggugat ingin meminta keputusan majelis hakim untuk dapat mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan Tergugat (Presiden RI) menunda keberlakukan Surat Presiden RUU Cipta Kerja Omnibus Law di tengah pandemi Covid-19 dan tertutupnya akses masyarakat pada proses penyusunan dan pembahasannya. Permohonan tersebut sejak awal telah dimintakan oleh Para Penggugat dalam gugatannya. Pemerintah sudah selayaknya menghormati proses pengujian terhadap Surat Presiden tersebut di PTUN Jakarta.

Penundaan tersebut sangat penting mengingat sampai saat ini DPR RI dan Pemerintah terus melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja meski mendapat banyak penolakan dari berbagai pihak. Bahkan dalam situasi pandemi, di antara banyak prioritas yang harus dikerjakan pemerintah lebih memilih duduk bersama kelompok pengusaha demi memuluskan rencana pengesahan RUU tersebut. Di sisi lain abai terhadap keselamatan rakyat yang dirundung persoalan kesehatan, ekonomi dan pangan akibat wabah yang terus meluas. Terhadap permohonan tersebut, satu-satunya hakim yang hadir dalam persidangan tersebut yaitu Nelvy Christian menyatakan akan mempertimbangkan permohonan tersebut dengan majelis hakim lainnya.

Di muka persidangan, hakim Nelvy juga mengumumkan bahwa pengadilan telah menerima surat-surat dalam kartu pos yang dikirim

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close