Dinamika Buruh

Ratusan Sopir Berkumpul, Serukan Persatuan dan Pembentukan Posko Bersama

 

Buruh.co,  Gelora persatuan pengemudi (sopir) kian nampak di depan mata. Sekitar 400 sopir dari berbagai macam kendaraan berkumpul di Waduk Pluit, Jakarta Utara, pada hari Minggu, 28/7/2019. Mereka terdiri dari sopir kendaraan pribadi yang diperuntukan untuk taksi online sampai dengan mobil box, truck kontainer dan angkutan berat. Agenda sendiri diberi tajuk KOPDARGAB (Kopi Darat Gabungan) dengan tema “Silahturami Lintas Komunitas Pengemudi”.

Kopdar gabungan ini merupakan rekomendasi dari pertemuan sebelumnya yang dihadiri oleh 11 komunitas sopir dari berbagai daerah. Kini konsolidasi antar komunitas sopir bertambah menjadi 43 komunitas yang hadir dalam kopdargab pada hari minggu. Nampak komunitas sopir yang hadir dari berbagai macam daerah, diantaranya; Jawa Timur, Cirebon, Bandung, Banten, Cikarang, dan DKI Jakarta sebagai tuan rumah, serta lain-lain daerah. Sebagian besar mereka datang dengan menggunakan atribut komunitas mereka masing-masing.

Dalam acara kopdar gabungan ini masing-masing perwakilan komunitas menyampaikan keluh kesahnya selama menjadi sopir, mulai dari gaji tak seberapa, namun resiko sangat besar. Sebagaimana yang disampaikan salah satu ketua komunitas dalam membuka sambutannya. Selain itu kecelakaan lalu lintas yang merupakan bagian dari kecelakaan kerja, dikeluhkan karena seringnya terjadi. Hal lain yang dosorot yaitu tindakan kriminalitas yang di lakukan oleh sekelompok orang yang sering disebut bajilo atau asmoro terhadap para sopir di jalanan.

llhamsyah salah satu perwakilan komunitas driver on line menyampaikan bahwa, semakin merebaknya premanisme yang terjadi juga disebabkan karena belum bersatunya dan minimnya solidaritas di sesama para sopir.

“Coba kita bayangkan jika para sopir sudah bersatu dalam wadah yang sama dan jiwa solidaritas kita tinggi, maka yang namanya asmoro atau bajilo tidak akan berani mengganggu! Jangankan preman jalanan, preman berseragam pun tidak akan berani ganggu-ganggu kita”, ujar Ilhamsyah yang kemudian disambut tepuk tangan meriah.

Selesai perwakilan komunitas memberikan sambutan, kemudian panitia menyediakan makan siang bersama berupa ikan bakar yang turut menambah keakraban para sopir. Ditambah lantunan musik dangdut yang dinyanyikan oleh peserta semakin menambah keseruan suasana di Waduk Pluit siang itu. Dalam pertemuan ini diraih juga kesepakatan akan kebutuhan pembangunan posko bersama sebagai tempat berkumpulnya para sopir lintas komunitas. Posko bersama ini akan difungsikan sebagai tempat konsolidasi sekaligus tempat singgah para sopir dari masing-masing daerah. Posko ini juga nantinya berfungsi sebagai tempat pendidikan dan pelatihan serta bengkel bersama.

Agung salah satu perwakilan dari komunitas PSTTP (Persatuan Sopir Trailer Tanjung Priok) menyampaikan bahwa pembangunan posko ini akan diawali di daerah Tanjung Priok di dekat pintu masuk tol Cilincing. Namun tidak menutup kemungkinan akan dibentuknya posko-posko yang lain di masing-masing daerah. Pembangunan Posko bersama ini jika disetujui akan menggunakan dana swadaya hasil dari iuran masing-masing komunitas pengemudi. Acara kopdargab ini kemudian ditutup dengan operasi kebersihan untuk membersihkan area sekitar waduk pluit dari sisa-sisa sampah makanan dan dilanjut dengan pembacaan doa, serta sesi berfoto.

****

Penulis: Michael Oncom

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close