Dinamika Buruh

Perempuan Pejuang Buruh yang Tidak Takut Bentrok

Diam – diam menghanyutkan. Sekilas perawakannya pendiam, kalem dan lembut. Tapi siapa sangka justru sikapnya sangat tegas dan kritis. Orang yang mengenal Yuni Fitri pasti sudah tau karakter beliau. Banyak yang segan hingga tidak berani macam – macam dengan pengurus Federasi Perjuangan Buruh Indonesia yang satu ini.

Pernah ingat kejadian bentrok antara FPBI dengan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan PT. SPS? Kejadian yang pastinya sangat terekam dalam benak kita karena banyak menimbulkan korban dan justru membangkitkan semangat itu merupakan ide dan gagasan dari mba Yuni. Berawal dari aksi-aksi yang dilakukan setiap hari di depan PT. SPS namun selalu antiklimaks berakhir di sore hari, tak beberapa lama setelahnya beliau mencetuskan ide aksi radikal di depan pabrik dan bertahan sekuat tenaga hingga dibubarkan paksa oleh aparat. Hingga dipilih lah kawan2 yang memang siap dengan segala resikonya untuk memulai aksi saat itu. Dan seperti dugaan sebelumnya aksi tersebut akhirnya dibubarkan paksa sekitar jam 7 malam setelah melalui proses negosiasi berkali-kali dan massa menolak untuk bubar. Alhasil tembakan gas air mata, pentungan, bahkan tembakan peringatan berkali-kali menerjang massa aksi dikawasan yang sempit, gelap, dan penuh dengan massa.

Atau mungkin kita masih mengingat ketika aksi di PT. BHI? Ketika situasi gerakan buruh di kawasan-kawasan industri sudah redam akibat harmonisasi industri, FPBI bersama aliansi pernah mengadakan aksi unjuk rasa dimana start aksinya di depan PT. BHI yang sudah mau mulai beroperasi normal dan dijaga dengan banyak preman. Di saat sebagian besar massa aksi tegang, beliau justru dengan santai maju kedepan pabrik hingga gerbang untuk mengantarkan surat petisi untuk manajemen walau intimidasi dari ormas dan polisi dilakukan terhadapnya selama proses tersebut.

Begitu lah karakter Yuni Fitri sesungguhnya. Selain tegas beliau juga pandai memanajerial organisasi. Pandai mengatur waktu untuk perjuangan dan keluarga namun juga tetap profesional dalam menjalankan pekerjaan di pabriknya. Selain tegas beliau juga mempunyai sifat yang tepat bagi seorang pemimpin yakni empati yang tinggi. Dan itu sudah dibuktikan dalam kesehariannya.

Saat ini, Yuni menjabat sebagai Departemen Pendidikan dan Propaganda di Pengurus Pusat FPBI-KPBI. Karena kecerdasan yang tinggi lah makanya beliau dipilih menjabat jabatan tersebut. Beliau juga sering ditugaskan organisasi jika ada konsolidasi-konsolidasi di nasional maupun di internasional. Sosok yang selalu menjadi panutan bagi anggota – anggota perempuan di FPBI ini memang patut diteladani.

Penulis: Badai Selatan

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close