Dinamika Buruh

Pengurusnya di-PHK, Buruh FSPI Ajukan Perundingan dengan PT Guna Kemas Indah

Buruh.co, Jakarta – Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI-KPBI) keberatan terhadap pemberangusan serikat di sebuah perusahaan air minum di Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk itu, pengurus FSPI mengajukan perundingan terkait dengan protes terhadap pemberangusan serikat tersebut.

Sejumlah buruh di perusahaan PT Guna Kemas Indah pada Februari 2019 mendirikan serikat pekerja yang berafiliasi dengan FSPI. Pembentukan ini lantaran buruh menilai perusahaan yang mempekerjakan sekitar 150 orang itu melanggar sejumlah hukum ketenagakerjaan. Di antaranya tentang kepastian kerja (pengangkatan karyawan kontrak menjadi tetap), pembayaran upah di bawah Upah Minimum Sektoral (UMSK), tidak adanya cuti, dan kurangnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Namun, PT Guna Kemas menanggapi dengan melakukan PHK sepihak pada pengurus FSUI, Enda Triyana, Suherman, Siswandi, dan Jefry Adi Barus. “Maka kami pimpinan PUK-FSPI PT GUna Kemas Indah mengajukan Permohonan Perundingan Bipartit guna membahas hubungan industrial di atas,” tulis surat tertanggal 13 Mei 2019. Perundingan rencananya akan digelar pada Jumat, 17 Mei 2019 di perusahaan PT Guna Kemas Indah.

FSPI menganggap tindakan PHK tersebut merupakan intimidasi pada pengurus serikat. Intimidasi tersebut melanggar UU 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. FSPI dalam risalah bipartit sebelumnya tegas menyebutkan bahwa “Patut kami berpendapat bahwa pihak Perusahaan PT Guna Kemas Indah sengaja melakukan tindak pidana kejahatan sebagaimana dimaksud pasal 28 jo Pasal 43 UU 21 tahun 2000.” Dengan begitu, FSPI berharap perusahaan PT Guna Kemas Indah untuk segera menghentikan intimidasi tersebut.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close