Dinamika Buruh

Pendidikan Dasar FBTPI: Dongkrak Kapasitas Anggota dan Kaderisasi Organisasi

Buruh.co, Jakarta – Pendidikan merupakan upaya penting untuk meningkatkan kapasitas anggota serikat buruh. Untuk itu, Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI-KPBI) tak kenal lelah untuk terus menggalakan agenda pendidikan yang melibatkan anggota dari berbagai sektor basis industri.

Pada tanggal 7-8 September 2019 kemarin, bertempat di Jakarta, Federasi FBTPI menyelenggarakan pendidikan dasar untuk memberikan tambahan ilmu kepada para anggotanya.

Dalam pendidikan tersebut, hadir perwakilan serikat buruh anggota yang tergabung di Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia  seperti : Serikat Buruh Aneka Industri, Serikat Buruh Transportasi Perjuangan  Indonesia, Serikat Buruh Pergudangan , Serikat Buruh Pelabuhan Nasional, dan Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat. Para peserta antusias dalam mengikuti pelatihan pendidikan tersebut menambah semangat dalam belajar.

Dalam pendidikan tersebut di bagi beberapa materi  diantaranya : cara berpikir yang bener dan mengenal  sejarah perjuangan buruh dari awal kemerdekaan hingga saat ini. Materi langsung disampaikan dari pengurus dewan pimpinan pusat FBTPI  bung  Aditya Fajar Dan Afik Irwanto

Ketua Umum FBTPI Abdul Rosid turut membuka acara. “Saya berharap kepada rekan-rekan  agar mengikuti pendidikan ini dengan serius dan  hasil pendidikan ini di sampaikan ke basis-basis agar terbangun kesadaran dan motivasi membangun perubahan,” ujarnya.

Salah satu peserta  pendidikan dari  Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat Sulaiman mengungkapkan, “Saya baru kali ini mengikuti pendidikan tentang organisasi dan sejarah buruh ,selama saya bergabung di FBTPI  saya jadi banyak tahu tentang perburuhan.teganya

Beberapa materi pendidikan ini dinilai penting sebagai dasar anggota dalam memahami persoalan-persoalan sehari-hari di organisasi dan persoalan lain secara umum. Pengantar ekonomi politik memberikan gambaran awal kepada para peserta pendidikan untuk mengenal tentang tahap-tahap perkembangan dan perubahan masyarakat, tentang mode produksi, tenaga produksi, tentang hubungan produksi, dan perubahan nilai modal.

Hal ini perlu dipelajari dengan harapan para peserta pendidikan dapat memiliki bekal untuk memahami tentang proses produksi dan hubungan produksi yang selama ini terjadi ditempat mereka bekerja. Dengan materi ini juga buruh dibawa untuk mengenali ciri dan prinsip umum tahap perkembangan masyarakat dari zaman perbudakan dan kapitalisme.

Untuk membuat para buruh ini lebih matang dalam melakukan analisa, maka materi sejarah menjadi penting untuk diajarkan. Agar buruh dalam melihat persoalanya tidak menjadi ahistoris, maka materi sejarah gerakan buruh di Indonesia juga dipelajari. Dengan harapan mereka tahu bagaimana perjuangan para pendahulunya di Indonesia dalam berjuang mulai dari zaman penjajahan, era perjuangan melawan kolonialisme hingga kondisi kaum buruh dibawah kediktatoran rezim Soeharto dan paska reformasi.

FBTPI menempatkan pendidikan organisasi ini dalam salah satu prinsip pembangungan gerakan buruh yang tidak boleh ditinggalkan di tengah kesibukan organisasi dalam melakukan kerja-kerja pendampingan dan advokasi berbagai kasus ketenagakerjaan yang muncul. Karena, sebuah serikat buruh tak akan dapat berkembang dengan dinamis jika hanya terjebak pada kerja-kerja advokasi semata.

Oleh karenanya, FBTPI juga menilai pentingnya mengenalkan kepada para anggotanya tentang ilmu menajemen organisasi dan prinsip-prinsip dasar berorganisasi. Bahkan, pembelajaran berdemokrasi wajib diajarkan kepada para anggota sejak dini. Ini gunanya materi pengantar organisasi dalam pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh FBTPI.

Pendidikan juga menjadi ajang untuk silaturahmi anggota. Dalam pendidikan yang dikemas dengan forum seminar dan diskusi ini, para peserta juga diajak untuk saling mengenal. Hal ini penting untuk menanamkan nilai bahwa mereka adalah sebuah keluarga besar yang akan terus berjuang bersama-sama dalam mencapai peningkatan kesejahteraan.

Menurut ketua umum FBTPI, Abdul Rosid, pendidikan penting untuk memunculkan kesadaran identitas sebagai kelas buruh. “Agar memahami akar masalah perburuhan dan bagaimana menjalankan organisasinya. Konsistensi menjalankan program pendidikan dalam organisasi juga akan melahirkan kader-kader baru kedepannya yang akan menjadi regenerasi bagi organisasi gerakan buruh,” jelasnya.

Diharapkan akan lahir calon-calon pemimpin organisasi yang mumpuni sehingga masa depan organisasi dan gerakan buruh di Indonesia dan berkembang maju. Demikian kata Bang Ocid, sapaan akrab Abdul Rosid memberikan harapan terhadap para peserta pendidikan kali ini.

Lebih lanjut, para peserta pendidikan ini nanti yang akan diberi mandat untuk mensukseskan program pendidikan FBTPI pada gelombang berikutnya. Semboyan “ Berani Belajar, Berani Berjuang” terus ditanamkan agar antara teori dan praktek dapat berjalan seiring.

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close