Dinamika Buruh

Modus Pengusaha JCAS : Pandemi Jadi Dalih Pemotongan Upah dan PHK Sepihak

Buruh.co, Jakarta – Ratusan buruh PT. Jakarta Central Asia Steel (JCAS) melakukan mogok produksi sejak Kamis, (6/8). Mogok produksi ini merupakan bentuk kritik keras dari serikat buruh memprotes kebijakan manajemen PT. JCAS yang dinilai semena-mena.

Para buruh yang bergabung dalam Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI-KPBI) menyoroti sejumlah masalah dalam pemogokan itu. Salah satu permasalahan yang paling disorot terkait pemotongan upah yang diberlakukan paksa oleh pihak manajemen per Mei 2020.

PT. JCAS yang bergerak di bidang industri pengolahan besi masuk pada kategori industri padat modal yang mempunyai produktivitas tinggi. Sesuai aturan penetapan upah minimun yang berlaku (UMSK 2020 mengacu Pergub DKI Jakarta No. 10/2020), besaran upah minimum sektor Rp 5,1 juta per bulan.

Akan tetapi, dengan dalih penurunan permintaan pasar sejak pandemi Covid-19, manajemen PT. JCAS memberlakukan pengurangan upah dengan menerapkan UMP 2020 yang hanya sebesar Rp 4,2 juta. Kebijakan itu pun diberlakukan per 30 April 2020.

Kesewenangan tidak hanya sampai disitu, pihak manajemen secara sepihak melakukan pemutusan hubungan kerja kepada 30 buruh selama bulan Mei. Masih dengan alasan pandemi, 30 buruh yang statusnya pekerja tetap dengan masa kerja lebih dari 7 tahun dipaksa menerima surat PHK.

Ketua FPBI Jakarta Izul Sani membantah argumen tersebut. Pasalnya, sejak diberlakukan status darurat kesehatan nasional akibat wabah Virus Corona, kegiatan produksi tak berkurang samasekali. Justru pihak serikat buruh menyatakan bahwa ada penambahan produksi terutama sejak adanya penambahan mesin produksi di bulan Agustus 2019.

“Manajemen berdalih keputusan pengurangan upah dan PHK karena adanya pengurangan permintaan produksi, padahal kuota produksi sendiri bertambah. Bahkan setelah adanya pengurangan karyawan malah beban produksi semakin bertambah, pekerjaan yang seharusnya dipegang 2 orang sekarang harus di handel 1 orang. Artinya secara kapasitas produksi tidak ada perubahan, justru malah meningkat,” tandas Izul.

Hingga berita ini diturunkan (8/8), ratusan buruh PT. JCAS masih melakukan pendudukan di depan pabrik. Gerakan protes FPBI PTP JCAS pun telah berhasil menarik solidaritas khususnya di Gerakan Buruh Jakarta.

Di sela-sela aksi, Ketua FPBI PTP JCAS, Nurdin menegaskan, gerakan mogok ini akan terus berlangsung hingga tuntutan buruh dipenuhi.

“Tidak ada kompromi. Kami menuntut manajemen membatalkan PHK sepihak terhadap 30 buruh, dan mengembalikan upah buruh sesuai skema lama,” pungkasnya.

Kontributor: Nur Lestari

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close