Perjuangan Kita

Kemenristekdikti Bubarkan Tenda Perjuangan Mahasiswa

Setelah audiensi pada tanggal 7 Mei 2019 berlangsung buntu, kami memutuskan tetap mendirikan tenda perjuangan agar tetap menjadi tekanan bagi birokrasi dalam ruangan. Tekanan itu ditujukan guna menggulirkan tuntutan kami yang mendesak yaitu berkait demokrasi kampus, mendapat perhatian. Adapun tuntutan kami yakni, : cabut Permenristekdikti No. 55 tahun 2018,  berikan kebebasan berekspresi, berpendapat, dan berorganisasi, wujudkan kebebasan akademik yang sejati, hentikan tindak represi di dunia pendidikan, hentikan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan, libatkan mahasiswa dalam setiap pengambilan keputusan, transparansi biaya pendidikan, hentikan diskriminasi terhadap perbedaan orientasi seksual, hentikan kekerasan dan pelecehan seksual dalam dunia pendidikan, serra hapuskan jam malam dalam kampus.

Selain itu kami menuntut Menristek, M. Natsir dan Dirjen Ismunandar agar dicopot dari jabatan. Kami menggangap mereka tidak kompeten untuk menyelesaikan persoalan pendidikan. Setelah audiensi situasi berubah,m  lebih was-was. Pihak kepolisian menganggap bahwa kami siap dibubarkan. Namun, tujuan awal kami tetap, mendapat kepastian hukum berupa surat edaran atau seruan dari Kementerian. Surat yang dimaksud bertujuan untuk menyelesaikan persoalan penyalahgunaan otoritas dalam kampus.

Sebelumnya pada Rabu, 8 Mei 2019, sekitar pukul 22.00,  salah seorang anggota kepolisian (intel) Polsek Tanah Abang berniat memfasilitasi audiensi selanjutnya. Syaratnya, massa aksi mau membubarkan diri setelahnya. Kami pun mengiyakan. Namun, alih-alih diijinkan masuk untuk audiensi, tenda kami malah dihancurkan.

Berikut saya lampirkan kronologis singkat pembubaran tenda perjuangan kami:

Pukul 06.00 : Polisi mulai berdatang ke kantor Kemenristekdikti. Kawan-kawan KANPMI masih beristirahat karena jaga posko malam sampai subuh.
Pukul 07.00 : Polisi dan satpam kementerian (jumlahnya hampir 30-an) mulai apel di depan kantor kementerian.
Pukul 08.00 : Saat pagar dibuka paksa oleh satuan polisi mereka langsung merusak tenda dan menginstruksikan kami untuk pergi dalam waktu 15 menit. salah satu  dari kami dibangunkan dengan cara dijambak rambutnya.
Pukul 08.40 :  Pagar utama tempat kawan-kawan KANPMI mendirikan posko dibongkar paksa sehingga tenda posko kawan-kawan rusak. Polisi mengambil gambar semua massa aksi. Aparat dan gabungan satpam mengacak-acak posko KANPMIi dengan mengambil paksa semua logistik aksi.
Pukul 09.37: Kawan-kawan bertahan dan melakukan orasi meskipun polisi dan satpam  berusaha terus mengusir kawan kawan KANPMI.
Pukul 10.00 : Kawan-kawan tetap berdiri melakukan aksi pendudukan di depan kantor Kemenristekdikti.
Pukul 10.46 : Massa aksi masih bertahan depan Kemenristekdikti. Sampai saat ini massa aksi menunggu kesempatan untuk tenda lagi.

 

Penyusun: Komite Aksi Nasional Pemuda Mahasiswa Indonesia

*****
.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close