Analisa

Jalan Baru Bagi Seluruh Rakyat Tertindas Indonesia!

 

Dengan segala hormat saya sampaikan kepada seluruh kaum muda dan kalangan rakyat yang berlawan, ditangan kalian masa depan tanah air menuju jalan baru. Tentang dimana keadilan berada. Sebagai rakyat Indonesia, tidak perlu lagi kita mengingat cebong dan kampret, keduanya telah usang oleh gerak perubahan. Harusnya, kita memegang dan selalu mengingat siapa penindas dan yang tertindas. Situasi yang terjadi hari ini adalah bagian dari akumulasi atas kemerosotan hidup rakyat dan semakin represifnya negara. Salah satu saluran-saluran ekspresi dari kemerosotan hidup itu adalah semakin banyaknya angka kriminal. Rilis Mabes Polri menyebutkan jumlah kejahatan pada 2017 berada di angka 291.748 kasus.

Kriminolog Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar menilai kejahatan jalanan menjadi dominasi dari sekian jenis tindak kriminal karena pelemahan ekonomi sangat berdampak pada masyarakat kelas bawah. Kejahatan jalanan atau blue color crime disebut Bambang memang erat kaitannya dengan masyarkat kelas bawah. Apalagi, pelemahan ekonomi saat ini juga sangat dirasakan oleh lapisan menengah dan bawah.

Situasi kemerosotan ekonomi yang terus mencekik rakyat semakin diperparah dengan produk hukum yang selalu melayani investasi. Ini membuat sentimen rakyat meningkat. Kesewenang-wenangan penegak hukum kepada rakyat jelata juga menambah beban sentimen tersebut. Ditambah lagi, rakyat selalu disuguhi dengan berita dan pertunjukan ketidakadilan, dari mulai perampasan tanah, penggusuran, upah murah, penangkapan maupun pembunuhan terhadap pejuang rakyat.

Kenyataan itu mulai perlahan terus terpupuk dalam benak rakyat. Perlawanan-perlawanan kecil di tiap daerah, dari kaum tani yang mempertahankan tanah, buruh yang berjuang menuntut hak normatifnya terus berlangsung. Hingga terbit kaum muda; generasi baru. Puncaknya, saat menggerutu tidak lagi jadi solusi, anak-anak muda yang kebanyakan mahasiswa ini mulai turun ke jalan sebagai respon atas kebijakan pemerintah dan parlemen yang selalu menjerat lapisan rakyat termasuk mahasiswa. Keberanian anak muda inilah salah satu bentuk ekspresi awal hasil dari kebijakan pemerintahan yang anti rakyat dan anti demokrasi. Perlawanan jalanan yang terus dilakukan membuat rakyat yang awalnya menggerutu akibat kemerosotan hidup mulai ditumpahkan dengan menaruh simpati hingga saling bahu membahu untuk membantu aksi demonstrasi mahasiswa.

Perlawanan dan Kekuatan Massa Agar Krisis Kapitalisme Semakin Sekarat

Sudah berabad-abad lamanya, sistem ekonomi kapitalisme yang menempatkan kekayaan terpusat untuk segelintir orang terbukti tidak bisa menyelamatkan umat manusia dari kemiskinan, ketidakadilan dan kemerosotan hidup. Lebih parahnya, sistem itu semakin membuat rakyat menuju bencana kelaparan dan kematian. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat pada 2018 ada lebih dari 821 juta orang menderita kelaparan, kerawanan pangan, dan gizi buruk di seluruh dunia. PBB mencatat jumlah ini terus meningkat selama tiga tahun terakhir.

Sejak krisis dunia tahun 2008, kapitalisme belum bisa mengobati krisis tersebut dengan baik. Selayaknya hutang, sistem ekonomi tersebut hanya menutupi lubang krisis dengan krisis baru. Kenyataan itu diperkuat oleh pernyataan IMF bahwa ekonomi global semakin tidak menentu dan diprediksi hanya tumbuh pada angka 2,9% saja. Ketegangan antar negara kapitalis monopoli semakin meruncing sebagaimana terwujud dalam perang dagang Cina-AS. Ditambah ketegangan Iran-Saudi dan Inggris-Uni Eropa. Teror dan perang semakin berkecamuk, perubahan iklim akibat pembangunan yang tidak berorientasi ekologis. Makalah terbaru yang terbit di jurnal Nature dan Nature Goscience menyebut, bahwa periode terhangat selama dua milenium terakhir terjadi selama abad ke-20, dan mencakup lebih dari 98 persen bagian dunia. Perubahan tersebut terjadi saat era modern yaitu industri.

Krisis yang terus menggerogoti kapitalisme monopoli ini menjalar ke Indonesia sebagai negara penyedia sumber daya melimpah dan pasar produk-produk asing. Maka seluruh sendi negara sepakat dengan prinsip mendatangkan sebesar-sebesarnya investasi. Bahkan, akibat krisis tersebut neraca perdagangan mengalami defisit sebesar 36 triliun. Hal tersebut dipicu akibat merosotnya ekspor dan meningkatnya impor. Diperparah dengan jebolnya pendapatan negara (defisit anggaran) sebesar 135,8 triliun dan menanggung utang per akhir Agustus 2019 sebesar Rp 4.680,19 triliun. Angka ini naik Rp 76,57 triliun juga dibandingkan posisi utang pemerintah di akhir Juli 2019 sebesar Rp 4.603,62 triliun.

Atas situasi itulah, perlawanan lahir. Kekuatan massa menjadi bukti bagi harapan mengganti dunia yang sudah lapuk ini dengan dunia baru tanpa kemerosotan hidup. Kepercayaan pada kekuatan rakyat harus diperbesar, paling sederhana kepada aksi pemuda mahasiswa yang terus bergulir. Aksi-aksi di berbagai kota ini memaksa pemerintah menunda pengesahan beberapa RUU yang bermasalah. Ini adalah kemenangan kecil bagi perlawanan dan kekuatan massa. Bila kita mencoba untuk mengumpulkan ingatan kita, bukti-bukti lain tentang kemenangan kecil muncul dari perlawanan massa dengan didukung organisasi yang kuat.

Bila kita belajar dari gerakan lain, bagaimana gerakan mahasiswa akan berlanjut dan mencapai kemenangan-kemenangan adalah persatuannya dengan seluruh lapisan rakyat termasuk buruh dan tani. Contoh paling umum, gerakan Mahasiswa Chile pada tahun 2011. Aspirasi mahasiswa disambut baik oleh seluruh lapisan rakyat atas tuntutan akses pendidikan. Kepercayaan diri dari rakyat semakin membesar dan itu menambah energi positif bagi kaum muda.

Situasi hari ini terus memberikan syarat-syarat baru untuk semakin menambah pembesaran kekuatan massa dan perlawanan terhadap RUU yang tidak menguntungkan rakyat. Tidak hanya mahasiswa, perlawanan juga dilakukan oleh buruh dan petani. Lapisan yang merupakan mayoritas rakyat Indonesia. Selain itu, yang cukup baik adalah ada pelajar yang turut serta dalam aksi tersebut. Seluruh lapisan rakyat hari ini terancam kehidupan berdemokrasi dan kesejahteraannya. Maka seluruh lapisan rakyat berkepentingan dalam membangun persatuan antara buruh, tani, mahasiswa, dan seluruh lapisan tertindas lainnya. Semakin besar energi perlawanan, maka semakin sekaratlah kapitalisme monopoli berserta kaki tangannya yang berkuasa hari ini. Percaya akan kekuatan massa adalah salah satu langkah awal untuk menggapai fajar dunia baru.

Partai Massa dan Dunia Baru

Aspirasi yang terus bergelora mulai mengisi setiap timeline berita dan jalanan. Ekspresi-ekspresi rakyat harus disatukan dalam organisasi yang kuat. Perlawanan-perlawanan di setiap daerah adalah embrio bagi seluruh rakyat untuk bersatu dengan kepentingan yang sama. Demi memenangkan cita-citanya sendiri. Syarat-syarat umum itu adalah langkah awal untuk membentuk sebuah dewan gerakan rakyat untuk menuju pembentukan partai rakyat dibawah kepemimpinan lapisan rakyat yang paling teguh dalam berjuang menuju kesejahteraan dan keadilan.

Kelas buruh dan kaum tani harus terus mendukung perjuangan yang sedang muncul. Sebaliknya kalangan muda sebagai generasi baru harus bergabung dan merangkul seluruh kalangan rakyat. Semua itu membutuhkan kepercayaan bahwa kekuatan massa yang paling utama. Bukan berharap pada kekuatan elit maupun borjuis. Syarat-syarat umum yang tengah terjadi hari ini adalah langkah dalam menggapai dunia baru diatas kesetaraan, kesejahteraan dan keadilan. Rakyat tidak perlu berharap lagi kepada elit borjuis, tapi percaya pada kekuatannya sendiri.

***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close