Dinamika Buruh

HUT-18 FSBKU: Union Busting Ancaman Serikat Buruh

Dalam catatan akhir tahun 2018, Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) mencatat 65% permasalahan yang diadvokasi terkait dengan praktek pemberangusan serikat.1 Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi faktor yang berkontribusi pada maraknya praktek tersebut. Negara dalam hal ini perlu hadir untuk melindungi hak setiap warga negaranya dalam berdemokrasi.

Serikat buruh adalah wadah kolektif bagi buruh untuk memperjuangkan hak-haknya dan melindungi buruh dari kesewenang-wenangan pengusaha.2 Tidak sedikit FSBKU menemukan praktek outsourcing yang menyalahi aturan, seperti yang terjadi di PT PLN Distribusi Lampung.3 Sementara itu, pengusaha cenderung abai terhadap keamanan dan keselamatan di tempat kerja, yang berakibat pada, contohnya, kecelakaan kerja di PT Abadi Sejahtera Mulia.4
“Kami mencatat, sekitar 80% anggota FSBKU adalah pekerja dengan status kerja kontrak dan outsourcing,” ujar Ketua Umum FSBKU Joko Purwanto dalam naskah Pidato Politiknya.
Saat ini FSBKU tengah mengadvokasi kasus pemecatan terhadap pengurus serikat anggota FSBKU. Di PT. Sumber Batu Berkah, ketua serikat dipecat dengan tuduhan mangkir dari perintah kerja. “Tindakan pemberangusan serikat menjadi ancaman serius bagi pengurus serikat atau aktivis buruh dalam memperjuangkan nasibnya,” sambungnya.

Akibat dari tidak adanya jaminan atas kebebasan berserikat, FSBKU mengamati terjadinya penurunan jumlah anggota serikat selama beberapa tahun terakhir. “Tiga tahun yang lalu, pada 2014, anggota serikat buruh tercatat 3,4 juta. Tahun 2017 tersisa 2,7 juta, yang berarti penurunan sekitar 20%,” kata Joko menambahkan. Lemahnya kekuatan serikat buruh ini turut mempengaruhi kapasitas gerakan buruh dalam menghadang kebijakan negara yang anti terhadap kesejahteraan buruh. Dalam refleksi FSBKU, gerakan buruh belum mampu menahan laju politik upah murah yang difasilitasi negara lewat PP 78/2015 tentang pengupahan. “Ini menunjukkan gerakan buruh mengalami kemunduran selama empat tahun terakhir.”
Resolusi FSBKU Di Usianya ke-18

Tanggal 22 April 2019 menandai usia FSBKU yang ke-18. FSBKU berawal dari sebuah ‘paguyuban’ pekerja-pekerja di Tangerang yang ketika itu bertransformasi menjadi daerah kawan pabrik pada tahun 1990an.5 Seiring dengan perluasan pengorganisiran, dalam kurun waktu 4 tahun serikat-serikat buruh yang dinamakan sebagai ‘Serikat Buruh Paguyuban Karya Utama’ bermunculan dan mendeklarasikan pembentukan wadah federasi pada 22 April 2001.
FSBKU itu sendiri mengalami pasang surut dalam organisasinya. Secara berturut-turut di tahun 2017, FSBKU ditinggalkan oleh dua kader terbaiknya, Aos Koswara6 dan Romli M. Zein7. Peristiwa duka tersebut memberikan pukulan keras bagi FSBKU dan rekan-rekan yang ditinggalkannya.

Saat ini, FSBKU tengah berada pada masa transisi setelah pergantian kepemimpinan pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada 17-18 Februari 2018.8 Joko Purwanto yang mendapatkan mandat sebagai Ketua Umum pada KLB berupaya keras untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah ditinggalkan oleh Koswara. “Kita sama-sama berkomitmen untuk melakukan kerja-kerja kolektif agar kepengurusan yang baru dapat kembali bersinergi,” ujar Joko dalam naskah Pidato Politiknya.

Setidaknya ada empat tahapan-tahapan dalam masa transisi kepemimpinan organisasi FSBKU. Pertama, penataan struktur kepengurusan dengan penjenjangan struktur dari Pengurus Pusat,  Wilayah, Cabang hingga Serikat Buruh Anggota (SBA). Penjenjangan ini didasari oleh prinsip ‘sentralisme-demokratis’.

Kedua, koordinasi perlu secara rutin dilakukan untuk memantau perkembangan di tiap tingkatan organisasi. Hal ini dilakukan dengan cara mengagendakan rapat koordinasi bulanan, mulai dari Pengurus Pusat hingga tingkatan SBA.

Ketiga, seluruh anggota, termasuk pengurus, perlu ikut serta dalam pendidikan-pendidikan rutin secara berjenjang. Pendidikan ini menjadi penting untuk menciptakan kader-kader maju untuk memimpin setiap tugas-tugas perjuangan organisasi. Ideologisasi dalam hal ini menjadi sepaket dalam rangka memandu arah gerak organisasi.

Keempat, perluasan pengorganisiran. Pembentukan basis-basis serikat menjadi penting untuk memperkuat organisasi dan memperhebat perlawanan terhadap kapitalisme. Saat ini FSBKU telah menaungi sekitar 40 serikat buruh anggota yang tersebar di 16 kabupaten/ kota di lima provinsi.

Hari Ulang Tahun FSBKU ke-18 diperingati pada 22 April 2019 yang bertempat di GOR Koang Jaya, Kota Tangerang. Pada kesempatan itu, sekitar 1,000 anggota FSBKU akan menghadiri acara peringatan yang diisi oleh Pidato Politik Ketua Umum FSBKU, refleksi perjalanan FSBKU yang dipandu oleh Sekretaris Jenderal KPRI Anwar Ma’ruf serta ceramah tentang gerakan rakyat yang disampaikan oleh penggiat Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam Roy Murtadho.

 

1 Redaksi, “Catatan Akhir Tahun 2018 FSBKU-KSN,” KSN 31 Desember 2018, http://ksn.or.id/catatan-akhir-tahun-2018-bangun-persatuan-buruh-sebagai-pelopor-gerakan-rakyat-wujudkan-tatanan-sosial-masyarakat-yang-adil-setara-dan-sejahtera/
2 Ismet Inoni, “Gerakan Serikat Buruh Sejati Melawan Union Busting dan Kriminalisasi Buruh,” Majalah Sedane 22 April 2016, “http://majalahsedane.org/gerakan-serikat-buruh-sejati-melawan-union-busting-dan-kriminalisasi-buruh/”
3 Juanda, “Pemecatan 300 Karyawan PLN Sepihak,” Harian Pilar 13 Januari 2015, http://www.harianpilar.com/2015/01/13/pemecatan-300-karyawan-pln-sepihak/
4 Oov Auliansyah, “Kecelakaan kerja PT Abadi Sejahtera Mulia, Tangerang: 2 orang buruh kehilangan jari dan 1 luka bakar,” KSN 10 Oktober 2018, http://ksn.or.id/kecelakaan-kerja-pt-abadi-sejahtera-mulia-tangerang-2-orang-buruh-kehilangan-jari-dan-1-luka-bakar/5 Bambang TD dan Syarif Arifin, “Kesadaran Kelas dan Transformasi Ruang Kota: Strategi Serikat buruh di Tangerang dan Pekalongan” dalam Jafar Suryamenggala, Ed, Kebangkitan Gerakan Buruh: Refleksi Era Reformasi, Marjin Kiri: 2014. Dapat diakses di “Sejarah Perjalanan Federasi Serikat Buruh Karya Utama,” KSN 15 April 2017, http://ksn.or.id/sejarah-perjalanan-federasi-serikat-buruh-karya-utama/
6 Alfa Gumilang, “Kabar Duka Kali Ini Datang Darimu, Kos,” KSN 3 Juli 2017, http://ksn.or.id/kabar-duka-kali-ini-datang-darimu-kos/
7 Alfa Gumilang, “Obituari Aktivis Buruh: Perginya si Tukang Kayu,” KSN 3 November 2017, http://ksn.or.id/obituari-aktivis-buruh-perginya-si-tukang-kayu/.
8 Redaksi, “Kongres IV KLB FSBKU, Joko Purwanto Menjadi Ketua Umum,” KSN 20 Februari 2018, http://ksn.or.id/kongres-vi-klb-fsbku/

Siaran Pers FSBKU-KSN, April 2019

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close