Analisa

Ekonomi Loyo, Bagaimana Kita Mempelajari Ini?

Serial Tulisan Pendek ~ Seri 16

Ini akan sedikit membuat dahi berkerut untuk memahaminya. Tapi kita harus tetap belajar ekonomi, Bro & Sis!

1. Kita sedang berada di tepi jurang krisis. Jutaan orang telah di-PHK dan dirumahkan. Berbagai usaha kecil (UMKM) gulung tikar. Dalam ukuran teori ekonomi borjuis, kita sedang menuju ke resesi ekonomi. Dalam teorinya, resesi terjadi bila ekonomi mengalami pertumbuhan negatif selama 2 kuartal beruntun.

2. Apa itu kuartal? Kuartal adalah waktu perhitungan selama 3 bulan kalender berturut-berturut. Penggunaan kata ini berasal dari bahasa Inggris (Quarter). Kuartal juga bisa diistilahkan dengan ‘triwulan’. Maknanya sama saja.

3. Jadi, dalam setahun ada 4 kuartal. Sederhananya dalam setahun, 12 bulan itu dibagi 4. Sehingga ada Kuartal I: Januari-Maret, Kuartal II: April-Juni, dst. Di setiap kuartal itulah akan dinilai pertumbuhan ekonomi nasional.

4. Pada kuartal II ekonomi Indonesia telah jatuh secara serius. Pertumbuhan ekonomi mengalami minus 5,32%. Diprediksi pada kuartal III hal yang sama akan terjadi. Sehingga ketika kelak pertumbuhan ekonomi kuartal III negatif (minus), Indonesia akan resmi dinyatakan berada dalam resesi ekonomi.

Resmi ya, bukan KW, kayak hp nya Bireh.

5. Apa itu resesi ekonomi? Ya tadi, kemerosotan ekonomi selama 2 kuartal beruntun yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif (minus). Bila resesi berlangsung panjang, secara teori disebut depresi ekonomi. Depresi ekonomi bisa diartikan sebagai krisis.

Kalau Zhaki biasanya depresi akibat cintaaaah

6. Kembali ke tema awal, kenapa kita yakini Indonesia akan segera masuk ke periode resesi? Mahmud MD sendiri pekan lalu menyatakan, bahwa dia yakin 99% Indonesia akan memasuki resesi. Tapi selain pernyataan Mahmud MD kita pelajari juga beberapa detailnya.

Kartono boleh siapkan kopinya, ini seru tau!

7. Pada bulan Juli dan Agustus kita mengalami deflasi dua bulan beruntun. Angkanya sebesar 0,10 dan 0,05. Artinya apa ini ya? Yang terjadi selama dua bulan kemarin, bukan kenaikan harga barang-barang kebutuhan atau yang biasa disebut inflasi. Yang terjadi malah penurunan harga (deflasi).

8. Apa maksudnya? Begini, orang-orang sekarang ini makin mengurangi aktivitas belanjanya. Orang tidak beli-beli seperti biasa. Dalam ekonomi, jika permintaan naik, akibat orang pada giat berbelanja, maka harga barang akan naik. Sebaliknya jika orang malas membeli, permintaan turun, harga pun akan turun. Secara kumulatif itulah yang menghasilkan deflasi.

9. Selanjutnya, jika barang tidak terbeli, karena masyarakat mengurangi aktivitas belanja atau konsumsi, maka pertumbuhan ekonomi tidak akan tumbuh dengan baik. Masyarakat mengurangi belanja, beberapa sebabnya yang kita tau adalah karena banyak yang kehilangan penghasilan (PHK atau dirumahkan). Mau beli pakai apa, pekerjaan aja tidak punya.

10. Sebab lainnya, ditengah ketidakmenentuan ekonomi akibat pandemi seperti sekarang, yang masih bekerja pun akan lebih selektif dalam mengeluarkan uang. Semisal dulu rutin piknik, sekarang mikir-mikir. Selain kuatir situasi ekonomi yang tidak stabil, kuatir sewaktu-waktu dirumahkan, juga takut kemana-mana akibat ancaman penularan covid.

Itu kenapa Takim kemarin bayar parkir aja gak mau, dia selektif sekali sekarang pengeluarannya.

11. Aktivitas belanja masyarakat ini biasanya disebut juga sebagai konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga, menyumbang 56% dalam membentuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kalau orang pada gak belanja, tau sendiri akibatnya pada pertumbuhan ekonomi.

12. Apa yang dilakukan pemerintah untuk menjawab ini? Boro-boro segera mengatasi pandemi, yang ada mereka mengambil langkah lain. Pertama melonggarkan New Normal. Agar masyarakat tetap beraktivitas, agar tetap belanja dll. Pelonggaran ini, termaksud rencana membuka bioskop kembali.

Nonton di bioskop, sambil mikirin ketular Covid, emang enak?

13. Selain pelonggaran, pemerintah juga mencoba mengatrol daya beli. Agar masyarakat punya kemampuan belanja. Pemerintah mensubsidi Rp 600.000 selama 4 bulan kepada pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan.
Jadi, ente-ente dikasih uang untuk belanja-belanja, biar ekonomi nasional membaik.

Ente, Ajum, dapat kagak? Bireh utangin nopek dong. Kesihan

14. Selain itu, negara juga mendorong belanja pegawai lebih agresif. Jadi, PNS kalau perjalanan dinas harus boros. Harus abisin tuh duit. Logikanya, biar barang dan jasa terbeli. Biar perusahaan penyedianya dapat bertahan. Biar profit didapat. Biar ekonomi pelan-pelan tumbuh lagi. Enak banget PNS, yak… 😀

Kholid pun nyesel, gak lanjut jadi PNS

15. Kembali ke tema pokok. Apa lagi ukuran bahwa kuartal depan kita akan memasuki resesi? Ada. Yaitu turunnya kredit konsumsi. Apalagi ini yak? Kredit konsumsi sederhananya begini. Kalau Auliya beli hp secara kredit itu namanya kredit konsumsi. Kalau Marullah beli motor baru dengan kredit, itu juga termaksud di dalamnya.

16. Nah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit konsumsi pada Juli 2020 terus mengalami pelemahan. Pertumbuhannya hanya mencapai 1,45 persen, atau lebih rendah dari pertumbuhan kredit konsumsi Juni 2020 sebesar 2,3 persen. Yang hobi kredit, hobi beli dengan ngutang, sekarang pun sudah mikir-mikir atau enggan. Itulah fakta ekonominya.

17. Apa akibat lain jika resesi terjadi? Semisal resesi konstan berlangsung hingga akhir tahun? Dampak yang paling keras adalah penambahan jumlah PHK dan buruh yang dirumahkan. Karena barang-barang tidak terbeli, maka berbagai perusahaan terancam gulung tikar.

Ini peringatan dini buat komisariat yang males-malesan dan gak aktif. Ancaman PHK itu nyata

18. Selain itu, jika kondisi begini terus, upah buruh akan ikut terancam. Di luar soal Omnibus Law, kalau pertumbuhan ekonomi minus dan inflasi minus (terjadi deflasi), maka tidak tertutup kemungkinan upah akan turun.

19. Seperti kita ketahui, cara menghitung kenaikan upah menurut PP 78 didasarkan pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Jika keduanya minus, ya tinggal dikalikan upah lama. Dapatnya juga minus. Alias turun. Tapi itu tadi yak, bila ekonomi mengalami resesi berkepanjangan hingga akhir tahun.

**

[Seri tulisan pendek ini sangat disarankan dibagikan ke group WhatsApp komisariat, ke teman satu kerja atau buruh di pabrik lain yang belum berserikat]
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close