Dinamika Buruh

Driver Ojek Online Jogja-Jawa Tengah Mogok Protes Kebijakan Perusahaan

Driver Online Yogyakarta- Jawa Tengah menggelar aksi mogok makan di depan kantor PT.Gojek Indonesia Yogyakarta. Aksi dimulai dari kantor Grab Yogyakarta sampai Kantor PT. Gojek Indonesia pada Selasa dan di lanjutkan dengan mogok makan. Rabu 10 April 2019 aksi mogok makan masih saja berlanjut karena tuntutan massa aksi tidak di penuhi oleh PT.Gojek Indonesia. Aksi mogok makan ini di pelopori oleh Front Indonesia( Independent Driver Online Indonesia) , perwakilan yang melakukan mogok makan adalah Presiden dan Wakil Presiden Front Indonesia.

Aksi mogok makan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap praktek penindasan yang di lakukan oleh PT. Gojek Indonesia dan Grab. Aksi mogok makan ini adalah murni aksi yang lahir dari keresahan para Driver-driver online Jogja – Jawa Tengah

Nurahok , Kordinator lapangan Aksi mogok makan, yang di temui di sela-sela aksi menyampaikan, aksi ini dilakukan oleh Front Indonesia ( Independent Driver Online Indonesia), yang beranggotakan 3000 se Yogyakarta – Jawa Tengah. Target kami melakukan aksi ini adalah sampai tuntutan kami terpenuhi, karena ini menyangkut dengan hidup dan mati kami. Ketika masalah ini tidak diselesaikan maka kami akan kehilangan sumber kehidupan kami. Yang kami rasakan selama ini adalah kesewenang-wenangan dari pihak aplikator, latar belakangnya adalah perjanjian kemitraan yang dibuat secara sepihak oleh aplikator (PT.GOJEK INDONESIA DAN GRAB), para driver tidak pernah diberikan ruang untuk berpartisipasi. Inilah sebuah bentuk ketidakadilan, ini adalah sebuah sistem yang menindas, padahal orang tertarik pada driver online ini karena iming-iming dari perusahaan dengan dalil kemitraan, pendapatan yang bagus. Namun pada kenyataannya justru perusahaan yang lebih diuntungkan.

Restu, salah satu perwakilan dari KPBI (Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia) Yogyakarta, yang juga terlibat aksi, menegaskan bahwa, aksi ini sebagai tindak lanjut dari aksi yang pertama 8 maret 2019, aksi dilaksanakan karena tuntutan aksi sebelumnya tidak digubris oleh PT.Gojek Indonesia dan Grab. Sudah ada pertemuan dengan pihak wali dan PT.Gojek Indonesia, namun tetap saja pihak PT.Gojek Indonesia tidak pernah memenuhi tuntutan para driver. Aksi ini terpusat di Kantor PT. Gojek Indonesia. Harapan kedepan karena mau memasuki hari buruh International, perlu memperkuat solidaritas antar sesama para driver online seluruh Indonesia dan Seluruh rakyat tertindas Indonesia.

Sabar Gimbal , Presiden Front Indonesia (Independent Driver Online Indoensia), menyampaikan pada saat konfrensi pers, hari kami akan menyampaikan bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh PT.Gojek Indonesia dan Grab, yang mana tuntutan kami yang sudah di serahkan namun mereka masih menjawab dengan retorika-retorika palsu, saya buktikan dilapangan bahwa yang mereka lakukan hanya untuk menindas mitranya. Apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan online ini, adalah merupakan bentuk monster kapitalis yang paling dahsyat dan mengerikan. Presiden RI harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan, karena ini bukan hanya masalah Driver online Yogyakarta – Jawa Tengah, tapi ini masalah rakyat seluruh Indonesia. Kita semua Driver online Indoensia akan kehilangan lapangan pekerjaan, karena saat ini PT. Gojek Indonesai dan Grab, telah bekerja sama dengan Astra, dan kami mensenyalir ini merupakan grandesain untuk menghabisi kami semua. Jika tuntutan kami tidak di penuhi makan aksi ini akan berlanjut.

Tuntutan Aksi :

  1. Pemuktahiran/Pemutihan Akun Driver PT.GI
  2. Hapuskan Sistem dan Alokasi Order
  3. Kembalikan Jumlah Point Skema Intensif Untuk Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah
  4. Meninjau Ulang Perjanjian Kemitraan Untuk Lebih Berlandaskan Kesetaraan dan Keadilan

 

Reportase

Ali Akbar Muhammad

(Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close