Perjuangan Kita

Deklarasi Bersama Konferensi Gerakan Rakyat Indonesia

 

Deklarasi Konferensi Gerakan Rakyat

Pengantar: Perwakilan dari 42 organisasi gerakan rakyat berkumpul pada Kamis, 19 April 2018, hingga Jumat, 20 April 2018 di Jakarta untuk merumuskan arah bersama gerakan rakyat. Konferensi yang dihadiri berbagai sektor rakyat, mulai mahasiswa, petani, pegiat lingkungan, NGO, perempuan, kelompok minoritas, dan serikat pekerja, dimotori oleh empat serikat buruh, KPBI, KASBI, KSN, SGBN, dan SEDAR. Konferensi ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi dan menghasilkan deklrasi sebagai berikut:

 

Kami buruh indonesia, petani indonesia, kaum muda indonesia, perempuan indonesia, dan para pejuang demokrasi, ham, lingkungan dan korupsi. Mendeklarasikan resolusi-resolusi persatuan dan perjuangan gerakan rakyat indonesia:

  1. Kapitalisme-imperialisme adalah sumber utama dari persoalan kerakyatan yang menyebabkan kemiskinan, kesengsaraan, kerusakan lingkungan, pelanggaran ham, korupsi, kehancuran sumber daya alam dan ketidaksetaraan dalam ekonomi politik sosial dan budaya.
  2. Rezim kapitalisme-imperialisme mengancam demokrasi rakyat, dengan dikeluarkannya kebijakan-kebijakan yang mempersempit ruang-ruang demokrasi (perppu ormas, uu ite, uu md3, dll) dan disisi yang lain telah memberi ruang bagi menguatnya kekuatan kaum modal, militerisme, fundamentalisme, patriakalisme dan korupsi yang meraja lela.
  3. Persatuan gerakan rakyat dan kekuatan politik alternatif menjadi kebutuhan mendesak bagi gerakan rakyat untuk melawan rezim kapitalisme-imperialisme yang berkuasa.

 

Mandat konferensi gerakan rakyat indonesia :

  1. Merekomendasikan kepada masing-masing organisasi yang terlibat dalam konferensi gerakan rakyat indonesia untuk membahas pembangunan kekuatan politik alternatif.
  2. Membentuk tim perumus untuk membahas pembentukan kekuatan politik alternatif (partai alternatif/blok politik alternatif)
  3. Melakukan konsolidasi lanjutan bersama gerakan rakyat (di perluas) untuk membicarakan pembangunan kekuatan politik alternatif pada bulan juli 2018

 

Tuntutan mendesak rakyat:

  1. Bangunan industri nasional dibawah kontrol rakyat
  2. Nasionalisasi aset-aset strategis (bumn, tambang, infrastruktur
  3. Reforma agraria sejati
  4. Peningkatan subsidi untuk rakyat (pendidikan, kesehatan, perumahan dan transportasi)
  5. Cabut uu pemilu dan uu partai politik
  6. Hapuskan komando teritorial
  7. Hapuskan uu anti demokrasi (perppu ormas, uu md3, uu ite, dll)
  8. Sita harta koruptor, adili dan penjarakan pelaku korupsi
  9. Mengatasi dengan lebih seksama kesejahteraan dan pelanggaran ham di papua serta menghargai hak demokratik rakyat papua untuk memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri
  10. perlindungan hak perempuan (hak maternitas, stop kekerasan seksual, laktasi) dan tolak diskriminasi    berbasiskan orientasi seksual, ras dan agama
  11. wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis
  12. wujudkan upah layak nasional dan cabut pp 78/2015
  13. hapus sistem kerja kontrak dan outsourching dan bentuk uu perlindungan buruh
  14. usut tuntas pelanggaran ham masa lalu
  15. jaminan sosial kerakyatan bukan asuransi sosial
  16. perlindung buruh migran sebelum dan sesudah penempatan
  17. hentikan eksploitasi sda dan perusakan lingkungan
  18. stop penggusuran rakyat miskin

 

 

Jakarta, 20 april 2018

Hormat kami,

Konferensi gerakan rakyat indonesia

(KPBI, KASBI, KSN, SGBN, SEDAR, JARKOM PERBANKAN, SINDIKASI, SMI, AKMI, GPPI, LMND, FRONT NASIONAL-UNAS, PEMBEBASAN, FMK, KPOP, SPRI, KOLEKTIFA, LSS, FRI-WP, GEREJA KRISTEN ANUGERAH, FORUM ISLAM PROGRESIF, SAVE GUNUNG SELAMET, PRP, POLITIK RAKYAT, PPR, KPO PRP, MILITAN INDONESIA, INDOPROGRES, ISLAM BERGERAK, KPA, WALHI, KONTRAS, AMNESTY INTERNATIONAL, YLBHI, LBH JAKARTA, IKOHI, TURC, LIPS, MAHARDIKA, SOLIDARITAS PEREMPUAN, AMP, SEBUMI)

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close