Dinamika Buruh

Atasi Kesenjangan Upah, Buruh Jakarta Bahas Upah Layak Nasional

Upah terendah bisa mencapai hanay 37 persen upah tertinggi

Buruh.co, Jakarta – Ketimpangan upah di Indonesia dinilai semakin menjadi-njadi. Alih-alih menghapus upah minimum kabupaten/kota seperti usulan Menaker, Gerakan Buruh Jakarta berkumpul dan membahas tentang gagsan pengupahan untuk mengerem kesenjangan upah.

Di Indonesia, upah terendah untuk 2020 bisa mencapai Rp 1,7 juta (kab.Gunung Kidul Yogyakarta dan kab Wonosobo Jawa Tengah). Angka itu hanya 37 persen dari upah minimum di Kabupaten Karawang, Jawa Barat untuk tahun yang sama sebesar Rp 4,59 juta.

Gerakan Buruh Jakarta menilai Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan telah meningkatkan kesenjangan upah. Sebab, upah di provinsi dengan UMP rendah akan jauh lebih pelan meningkat ketimbang wilayah dengan UMP lebih tinggi. “Akibatnya muncul relokasi yang menjadi pilihan penekanan atas upah,” terang Ardiansyah dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dalam presentasi pada Kamis, 12 Desember 2019.

Ia menambahkan kesenjangan upah ini selain menyebabkan urbanisasi, juga tidak beralasan. “Kita melihat bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan kebutuhan di satu daerah dengan daerah lain,” terangnya dalam diskusi di sekretariat KPBI, Jakarta Timur.

Selain itu, upah murah tidak menjamin tidak adanya PHK di suatu provinsi. Sebab, biaya buruh di perusahaan-perusahaan di Indonesia rata-rata masih terhitung rendah di kisaran di bawah 10 persen dari total biaya produksi.

Untuk itu, Gerakan Buruh Jakarta mulai membahas soal standar upah nasional bersama yang layak. Gagasan yang disebut Upah Layak Nasional ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan upah. “Kalau pegawai negeri bisa, kenapa buruh tidak?” kata Akbar dari Sentral Gerakan Buruh Nasional. Ia menjelaskan soal aparatur sipil negara yang memiliki standar upah nasional. Sementara, untuk wilayah dengan harga lebih mahal ditambahkan biaya kemahalan. Sistem ini memungkinkan upah yang tidak jauh berbeda pada ASN di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) sepakat untuk membahas konsepsi ini secara terbuka dengan mengundang berbagai pemangku kepentingan. Dengan begitu, buruh dapat melihat tanggapan dan masukan dari berbagai pihak, seperti pengusaha dan pemerintah.

Gerakan Buruh Jakarta merupakan wadah bersama berbagai serikat buruh. Di antaranya adalah Sentral Gerakan Buruh Nasional Jakarta, KPBI, SGBN, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia, SPSI LEM AHM, SP Johnson, dan Pergerakan Pelaut Indonesia.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close