Aksi Nasional KPBI Sumatera Utara Soroti Harga Kebutuhan Rakyat dan Pelanggaran HAM

Aksi Nasional KPBI Sumatera Utara

Buruh.co, Jakarta – Aksi nasional KPBI tidak hanya terpusat di Jakarta, tapi juga di Sumatera Utara. Sekitar 200an buruh dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Sumatera melakukan aksi unjuk rasa pada saat yang bersamaan dengan aksi di Jakarta pada Sabtu, 8 November 2018. Buruh berangkat dari kantor FSPI Medan menuju titik nol kota medan di Lapangan Merdeka.

Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI-KPBI) Deni Lubis mengatakan, selain persoalan perburuhan, aksi juga menuntut adanya pengendalian harga pokok, BBM, dan tarif dasar listrik. Pencabutan subsidi listrik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo mengakibatkan banyak rakyat harus membayar biaya listrik hingga dua kali lipat.

“Kian meningkatnya harga pokok dan tarif dasar listrik sedangkan kenaikan upah buruh kian kecil. Dan harga bbm tak kunjung turun sedang harga minyak mentah dunia sudah anjlok,” ujarnya.

Selain soal harga, barisan massa menyerukan pendidikan gratis untuk rakyat, dan penuntasan ham masa lalu. “Tangkap dan adili aktor intelektual pembunuhan masrinah dan aktivis mei 1998,” sebut Deni Lubis melalui sambungan Whatsapp.

Selain soal itu, buruh menuntut pencabutan PP 78/2015 tentang Pengupahan, Permenaker 15 tahun 2018 tentang Upah Minimum, dan menolak revisi UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan. Buruh juga melakukan penolakan terhadap sistem outsourcing, kontrak, dan pemagangan.