Dinamika Buruh

10 Hari Di Muka Pabrik, Buruh Karet Mas Tetap Gigih Berjuang

SBAI-FBTPI Serukan Mogok Kerja di Bulan Januari

Sudah 10 hari buruh PT. Karet Mas, Kapuk, Jakarta Barat, yang tergabung dalam Serikat Buruh Aneka Industri – Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBAI-FBTPI), masih bergeming di muka pabrik. Sejak 20 Desember 2019, puluhan buruh terus menggelar aksi guna menuntut haknya di pabrik yang memproduksi karpet itu.

Kasus di PT. Karet Mas bermula dari masalah pengangkatan pekerja tetap. Pihak perusahaan mulanya telah menyetujui Perjanjian Bersama (PB) dengan para pekerja tertanggal 20 Oktober 2018. Isi PB itu mencakup janji perusahaan untuk membuatkan Surat Ketetapan (SK) Karyawan Tetap.

Seiring berjalannya waktu, hingga hampir di penghujung tahun 2019, janji tersebut tidak juga dipenuhi. Perusahaan tidak menjalankan isi dari PB yang dibuat bersama untuk menerbitkan SK Pengangkatan Karyawan Tetap. Masalah lantas meruncing.

Sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2019, para pekerja dan pengurus PK. SBAI – FBTPI PT. Karet Mas beberapa kali meminta perundingan bipartit kepada pihak perusahaan, namun perundingan selalu berakhir buntu (deadlock). Hingga upaya bipartit terakhir digulirkan, tidak juga ditemukan jalan keluar.

Perundingan itu sendiri berisi pembicaraan mengenai pelaksanaan isi PB, selain juga meminta Perusahaan menerapkan struktur skala upah serta Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP). Menanggapi kebuntuan tersebut, anggota dan pengurus PK. SBAI – FBTPI Karet Mas segera menggelar rapat umum.

Rapat umum memutuskan untuk dijalankannya unjuk rasa memprotes sikap perusahaan yang mengabaikan PB. Unjuk rasa dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 19-21 November 2019. Unjuk rasa ini akhirnya menghasilkan kesepakatan terkait pelaksanaan isi PB yang telah lama  tertunda. Kesepakatan ini sendiri merupakan hasil perundingan yang juga dihadiri pihak Sudinakertrans Jakarta Barat dan disaksikan jajaran kepolisian.

Menginjak bulan Desember, alih-alih menjalankan apa yang telah disepakati sebelumnya, tabiat ingkar janji perusahaan kembali kambuh. Perusahaan malah melalukan manuver  yang merugikan pekerja. Managemen PT. Karet Mas mengumumkan penghentian  operasional seluruh mesin tikar, sebagian mesin belah dan melakukan pengurangan tenaga kerja alias PHK sepihak.

Pada tanggal 19 Desember 2019, tim perunding dari SBAI-FBTPI Karet Mas meminta perundingan guna mengklarifikasi permasalahan PHK sepihak yang terjadi, sekaligus menindaklanjuti perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Namun upaya ini tidak ditanggapi positif.

Sejak saat itu, buruh-buruh Karet Mas yang di-PHK sepihak tetap bermaksud bekerja seperti biasa. Namun karena tidak diijinkan oleh pihak perusahaan, para buruh akhirnya memilih bertahan di muka pabrik. Hingga sekarang sudah 10 hari berjalan, para buruh Karet Mas masih bertahan di muka gerbang pabrik.

Menanggapi situasi ini, SBAI-FBTPI selanjutnya menyerukan untuk menggelar mogok kerja pada 8 Januari 2020. Seruan ini telah disampaikan ke buruh-buruh yang masih menjalankan produksi di Karet Mas. Pemogokan direncanakan akan dilangsungkan selama 2 bulan penuh.

Solidaritas sesama buruh dan serikat buruh dibutuhkan untuk menyokong rencana pemogokan ini. Hanya dengan solidaritas yang solid, buruh-buruh Karet Mas akan mendapatkan energi tambahan untuk berjuang memenàngkan haknya.

****

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close