Zombi Pertamina Terus Aksi Tagih Tiga Layak Jokowi

Buruh.co, Jakarta – Zombi buruh Pertamina terus melakukan unjuk rasa di depan Istana negara menuntut Presiden Joko Widodo menghentikan praktik outsourcing di BUMN, terutama Pertamina. Ini karena sistem outsourcing menjauhkan buruh dari janji Jokowi sendiri bahwa buruh akan mendapatkan “Upah Layak, Hidup Layak, dan Kerja Layak” atau tiga layak buruh.

Perwakilan peserta aksi, Heri Sugiri menyebutkan aksi tagih janji terhadap Presiden Joko Widodo. “Kami akan terus melakukan aksi seperti ini walaupun kecil, mudah-mudahan bapak Jokowi bisa menjadi penentu nasib kami seperti beliau utarakan 3 tahun lalu. Sekarang hak-hak kita benar-benar dirampas Pertamina,” tuturnya.

Heri merupakan satu dari 1.095 buruh Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina yang di-PHK secara ilegal oleh dua anak perusahaan Pertamina, PT.Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga. Mereka di-PHK karena perusahaan pelat merah itu enggan menjalankan Undang-undang 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Selama ini, kedua perusahaan BUMN itu tidak membayarkan upah lembur buruh meski bekerja lebih 12 jam dan tanpa jaminan sosial serta kepastian kerja.

Heri juga mendorong elemen rakyat lain untuk terus melawan perampasan hak-hak rakyat. “Mudah-mudahan kawan buruh lain, tani, mahasiswa, bisa terus melakukan perlawanan untuk satu kata demi kesejahteraan rakyat indonesia,” ujarnya di depan istana pada Selasa, 7 November 2017.

Feri Irawan, pengurus Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia, menyebutkan aksi yang sudah berlangsung dua hari berturut-turut ini bertujuan untuk menginformasikan pada publik persoalan tenaga kerja di Pertamina. “Ini adalah bagian dari upaya perjuangan kita mengkampanyekan agar publik bisa ikut mengetahui, merasakan, dan memberikan dukungan terkait permasalahan yang kita alami hari ini,” ujarnya.

Sejak November 2016, buruh Pertamina terus melakukan perlawanan mendesak perusahaan negara itu tunduk pada undang-undang. Perlawanan ini termasuk aksi mogok di Jakarta, nasional, dan long march Bandung-Jakarta sejauh 160 kilometer.