Zombi Buruh Pertamina Pertanyakan Nurani Jokowi

Buruh.co, Jakarta – Buruh zombi Pertamina mempertanyakan keberadaan hati nurani Presiden Joko Widodo. Pasalnya, presiden dari partai yang mengaku membela wong cilik itu terus bungkam ketika di depan Istana buruh tertindas dari Pertamina menuntut keadilan.

Ungkapan itu disampaikan oleh buruh Pertamina Patra Niaga, Zakaria, dalam aksi unjuk rasa di depan istana pada Senin, 6 November 2017. “kami bekerja di pertamina dari 85, dipecat begitu saja, istana tolong bantu kami, jangan diam saja, tunjukan pada yang tertindas, kami amt semua, menagih janji bapak presiden jokowi, mana hati nurani,” serunya.

Meski hanya berjumlah sekitar sepuluh, para Awak Mobil Tangki Pertamina tetap mengenakan kostum zombi dan konsisten menuntut keadilan. Kostum zombi ini mencerminkan kondisi matinya hukum bagi rakyat kecil dan kondisi ekonomi yang semakin sulit bagi sekitar 4 ribu keluarga buruh yang ter-PHK.

Dadan Suwandi, buruh dari Plumpang, mengatakan, mereka akan terus turun ke jalan menuntut Presiden Joko Widodo menuntaskan PHK ilegal dan massif terhadap 1.095 buruh Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin; keduanya adalah anak perusahaan Pertamina. Presiden didesak menuntaskan persoalan karena pihak suku dinas hingga kementerian tidak berdaya di hadapan Pertamina.  “Mudah2an bapak presiden, istana, bisa memanggil pihak-pihak terkait, mudah2an bisa membantu dan berdampak pada buruh-buruh yang lain yang tidak mendapat keadilan,” tegasnya.

Pada Juni 2016, buruh Pertamina melakukan mogok kerja memprotes pemberangusan serikat di berbagai depot. Mereka yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia itu mengecam PHK sepihak pada para pengurus serikat. Tidak hanya itu, PHK meluas pada 1.095 buruh di 10 depot.

Selama ini, serikat berjuang mendesak perbaikan kondisi kerja bagi awak mobil tangki Pertamina berupa kerja layak selama 8 jam sehari dan lingkungan kerja yang lebih aman. Mereka juga mendesak kepastian kerja dengan penghapusan kontrak.