Tolong (Puisi)

Puisi soal upah, Tolong, dibacakan di ulang tahun ke-3 Koperasi Sejahtera FBLP pada Minggu, 10 September 2017 oleh Sholikatun

Biasanya aku datang sebulan sekali
Tapi kadang telat
Kadang sebulan dua kali
Kadang gak jelas
Kalian pasti kenal siapa aku

Nama panggilanku Upah
Beda orang bisa beda menyebutku

Bagi penguasa:
Aku disanjung sebagai penggerak ekonomi
Tapi juga dikutuk
Dianggap penghambat investasi

Bagi pengusaha:
Aku disanjung jadi penambah untung
Ketika dipakai belanja merk mereka
Tapi aku juga dikutuk
Tak boleh lebih dari sekedar pelicin laba

Namaku Upah
Terkekang dalam ragam kutukan
Di antara pekerja dan keluarganya
Agar keringat terus menetes
Hingga besar laba pengusaha
Hingga gaji dan korupsi penguasa terbang tinggi

Sssstt !!
Lalu siapa aku bagi pekerja?
Lalu bagaimana pekerja garmen menganggapku?
Mereka bahkan tak boleh melihatku tumbuh
Besarku sama selalu
Bagi nenek dan cucu di pabrik yang sama

Di garmen, banyak perintah ada padaku
Tidak boleh dekat buruh hamil
Tidak boleh kenal buruh PHK
Tidak boleh urus keluarga buruh
Harus jauh di belakang jam kerja
Harus lebih kecil dibanding negeri lain
Harus siap mengecil karena padat karya

Tolong.. tolong..
Para buruh tolonglah aku..

Upah ingin bebas dari kutukan
Upah mau menjawab semua kebutuhan
Dengan gandeng tangan kalian
Dalam derap barisan kalian

Tipar
Puisi oleh Sanggar Tipar,

September 2017