Setahun Posko Juang, Buruh Pertamina Tetap Semangat Berjuang

Buruh.co, Jakarta – Setahun lalu, sekitar 800 buruh Pertamina Patra Niaga di Plumpang mulai mendirikan posko juang di pintu tiga, Depot Plumpang Pertamina. Pada 1 November 2017, buruh mulai melakukan mogok kerja, mogok pertama yang massif di depot BBM terbesar di Indonesia itu. Sekitar 100 buruh Pertamina Patra Niaga menggelar syukuran setahun hari ulang tahun posko juang itu pada Selasa, 31 Oktober 2017.

Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia menyebut perjuangan setahun tidak menyurutkan semangat buruh Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina. “Teman-teman Awak Mobil Tangki tetap punya harapan menuntut apa yang sudah seharusnya menjadi hak,” kata Ketua Umum KPBI Ilhamsyah dalam sambutan ulang tahun posko juang tersebut. 

Sementara, Sekjen KPBI Damar Mulya menegaskan perjuangan AMT Pertamina ini memberi pelajaran penting bagi gerakan buruh. “Perjuangan ini dilakukan secara bersama-sama dan mendapat solidaritas banyak. Kunci kemenangan buruh adalah solidaritas,” paparnya.

Di lain sisi, Ketua AMT Plumpang Nuratmo meyakinkan perjuangan selama setahun menyadarkan pentingnya solidaritas. “Di Karawang, akar rumput menemukan persoalan buruh itu sama,” ungkapnya merujuk pada saat istirahat long march di Karawang, Jawa Barat. Buruh AMT menggunakan kostum zombi untuk melakukan long march selama 8 hari dari Bandung menuju Istana Presiden melalui Karawang sejak 13 Oktober 2017. Sepanjang jalan, buruh Pertamina mendapatkan sambutan dan dukungan dari berbagai serikat, seperti federasi-federasi KPBI, FSPMI, KASBI, KSPSI, dan FKI.

Namun, Nuratmo menegaskan perjuangan buruh awak mobil tangki melawan PHK terhadap 1.095 buruh di 10 depot tidaklah gampang. “Perjuangan teman-teman kuat, tapi lawan juga kuat,” tegasnya. Namun, ia yakin perjuangan akan mendapat kemenangan dengan kegigihan luar biasa.

Sekjen Politik Rakyat Budi Wardoyo

Sekjen Politik Rakyat, Budi Wardoyo, menjelaskan lawan yang berat tersebut terus mendapatkan perlawanan berarti. “Perjuangan kita makin mendekati, tapi belum tentu besok jadi, tapi harapan makin besar,” jelasnya menyemangati. Menurutnya, semangat juang buruh Pertamina telah menarik berbagai dukungan teman-teman juang.

Acara juga kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan obrolan m7engenai perjuangan buruh AMT Pertamina. Tanya jawab itu membahas seputar pelanggaran hukum dan pidana yang dilakukan Pertamina.

Pada November 2016, buruh AMT Pertamina Plumpang mulai melakukan aksi mogok kerja. Aksi tersebut bertujuan untuk memperbaiki kondisi kerja agar lebih aman, menghapus outsourcing untuk menciptakan kepastian kerja, dan pembayaran BPJS.