Serikat Pekerja Bank Permata Dukung Aksi 10 November Tolak PP Pengupahan

Prana Rifsana – Ketua Serikat Pekerja Bank Permata

­

 

Serikat Pekerja Bank Permata terus bersinergi dengan gerakan buruh dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. SP Bank Permata sebagai bagian dari Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (JARKOM SP Perbankan) baru saja mengajukan tuntutan Upah Minimum Sektoral Perbankan lebih tinggi 30% dari Upah Minimum Propinsi dan Kabupaten/Kota yang disampaikan melalui Konferensi Pers, hari Rabu 8 November 2017 di kantor LBH Jakarta.

SP Bank Permata menilai bahwa perjuangan kaum buruh dalam memperjuangkan UMP di atas
PP 78/2015 tentang Pengupahan adalah bagian dari proses perjuangan mendorong terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui kesejahteraan para pekerja dimana Pekerja Perbankan ada didalamnya.

Oleh karena itu SP Bank Permata mendukung Aksi 10 November 2017 dan ikut turun aksi ke Istana Negara bersama dengan Gerakan Buruh Untuk Rakyat.

Bersama dengan Gerakan Buruh Untuk Rakyat, SP Bank Permata berusaha konsisten untuk terus berjuang untuk rakyat dan melebarkan cakupan perjuangannya ke organisasi-organisasi lain, aliansi yang saat Mayday tahun ini memiliki lebih dari 10.000 massa yang berasal dari 25 organisasi termasuk didalamnya adalah LBH Jakarta sebagai Tim Advokasi gerakan tersebut.

Adapun tuntutan yang akan dibawa pada aksi kepung Istana, hari Jumat, 10 November 2017 bertepatan dengan Hari Pahlawan mengangkat 5 (lima) tuntutan yaitu Mencabut PP No.78, Menolak Upah Murah, Menuntut Kesehatan Gratis untuk Rakyat, Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan Sumber Energi adalah Hak Dasar Rakyat.

SP Perbankan tidak mengenal lelah untuk menghimbau kepada seluruh elemen Serikat Pekerja Perbankan untuk tidak alergi mendukung pergerakan aksi-aksi kawan-kawan Buruh, karena kita sebagai Pekerja perbankan adalah juga buruh, buruh sektor perbankan.

Prana mengingatkan bahwa pemisahan kelas buruh/Pekerja adalah upaya untuk memecah belah kaum buruh/Pekerja, harusnya kita sudah harus membuang jauh-jauh istilah buruh kerah putih dan buruh kerah biru, dikotomi itu justru akan melemahkan perjuangan kaum
Pekerja/buruh Indonesia.

Bersatulah Kaum Pekerja/Buruh Indonesia, Mari kita dukung Aksi 10
November !

Bersatu Kita Kuat, Bersama Kita Hebat!

Prana-Ketua Umum SP Bank Permata