SERBUK PT. BUKIT Muria Jaya: Membangun Serikat Buruh Berbasis Pengorganisasian

Konsolidasi SERBUK PT. BUKIT MURIA JAYA

Buruh.co, Karawang – Bertempat di Sekretariat SERBUK Indonesia, SERBUK Indonesia PT. Bukit Muria Jaya melakukan konsolidasi organisasi yang diikuti oleh pengurus dan badan perwakilan anggota. Pertemuan yang dihadiri tidak kurang dari 15 orang tersebut berlangsung secara dinamis dan partisipatif.

Pertemuan konsolidasi, selain dimaksudkan untuk melakukan evaluasi juga ditujukan menajamkan visi organisasi sebagai serikat yang berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan bagi anggota dan keluarganya serta mengoptimalkan perlindungan melalui advokasi yang handal.

Khamid Istakhori, Komite Eksekutif SERBUK Indonesia yang menjadi fasilitator membagi konsolidasi dalam 3 bagian yaitu evaluasi, penajaman visi organisasi dan rencana tindak lanjut. “Pertama, sebelum organisasi serikat buruh berkeinginan mengembangkan organisasinya, maka langkah evaluasi menjadi sangat vital, sebab dengan evaluasi kita jadi tahu dimana posisi organisasi kita sekarang,” jelas Khamid dalam sesi evaluasi.

Sementara Dicky Kastanya, Sekretaris SERBUK PT. Bukit Muria Jaya menyatakan bahwa sebenarnya evaluasi secara internal sudah rutin dilakukan, tapi konsolidasi organisasi kali ini melibatkan federasi dengan harapan mendapatkan masukan yang lebih baik lagi serta singkron dengan program federasi.

Dari hasil penajaman visi, kemudian disimpulkan bahwa anggota adalah faktor terpenting untuk menggerakkan serikat, sebab anggota adalah pemilik mandat yang sebenarnya berdasarkan konstitusi. Dwi Agus, Ketua SERBUK PT. Bukit Muria Jaya menjelaskan bahwa kondisi saat ini mengalami penurunan dalam partisipasi. “Biasanya, anggota hanya akan datang ke kantor serikat ketika menghadapi masalah atau hanya untuk bertanya mengenai informasi kenaikan upah,” kata Dwi Agus Ketua SERBUK PT. Bukit Muria Jaya.

Belajar dari pengalaman ini, maka pola kerja organisasi akan diubah. Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa selama ini anggota menganggap serikat sebagai pelayan, sesudah mereka membayar iuran maka giliran mereka mendapatkan pelayanan. Kondisi ini sangat lemah untuk menggerakan potensi serikat, maka kita mengubah haluan serikat menjadi serikat berbasis pengorganisasian.

Cahya Hermawan, Departemen Pengembangan Organisasi SERBUK Indonesia menjelaskan bahwa dengan serikat buruh berbasis pengorganisasian ada dua kata kunci penting yaitu insiatif dan partisipasi. “Insiatif dari pengurus menjadi yang utama dan partisipasi anggota merupakan kunci keberhasilan,” kata Cahya. Intinya, dengan pilihan ini, maka semua agenda serikat akan menjadi ajang konsolidasi antar pengurus, perwakilan anggota dan juga anggota. Harapannya, kekuatan serikat menjadi lebih kuat karena anggota yang bergerak.

Menurut rencana, hasil konsolidasi akan disusun menjadi matrik kerja dan akan dilanjutkan dengan dua kali pertemuan sebelum program dijalankan sesudah cuti lebaran. Semoga harapan menjadi serikat yang kuat segera terwujud.
(Khamid Istakhori)