Polisi Mataram Bubarkan Paksa Demo Buruh Tolak PHK Illegal

Buruh FPBI PT Advantage SCM

Mataram – Kepolisian Mataram, Nusa Tenggara Barat membubarkan paksa unjuk rasa serikat buruh Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) PT.Advantage SCM. Perusahaan penyedia jasa perawatan mesin ATM itu diprotes para buruhnya karena mem-PHK buruh-buruh yang berserikat.

Puluhan massa aksi dari Federasi Perjuangan Buruh Indonesia pada Senin, 5 Februari 2018, atau pagi tadi melakukan aksi massa di depan Kantor PT Advantage SCM Mataram NTB. Aksi tersebut bertujuan menolak PHK yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap buruh PT Advantage SCM.

Dalam aksi tersebut, salah satu massa aksi ditangkap oleh pihak kepolisian dan massa aksi di paksa untuk bubar. Pimpinan Cabang FPBI Mataram menyatakan bahwa mereka mengecam tindakan polisi yang membubarkan paksa aksi massa tadi, serta menuntut kepada pihak perusahaan untuk segera mempekerjakan kembali buruh PT Advantage SCM yang terkena PHK. “Harapan kita agar kasus ini kampanyenya lebih luas dan dukungan semua pihak. Kita akan aksi lagi kedepannya dan akan melakukan pemogokan kerja jika tuntutan kita tidak direalisasikan,” ungkap Kaharuddin.

Perlu diketahui bahwa dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, perusahaan tidak diperbolehkan menggunakan tenaga kerja pada jenis dan sifat pekerjaan yang inti dan terus menerus, seharusnya langsung menjadi buruh tetap/karyawan tetap atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).
PT Advantage SCM adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa keuangan untuk pengisian dan perawatan mesin ATM kantor cabang kota Mataram NTB ternyata memperkerjakan buruhnya sebagai buruh berstatus kontrak (PKWT). Padahal PT Advantage SCM berdiri sejak tahun 2012 sampai sekarang tetap bergerak di bidang jasa keuangan dan perawatan mesin ATM. Dengan kata lain sejak 2012-2018 pekerjaan tersebut tidak bersifat musiman, bukan pula pekerjaan yang sifatnya uji coba.

Ditempat terpisah, Sekjend Pimpinan Pusat FPBI mengatakan bahwa PHK merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan karena secara otomatis memberikan dampak buruk terhadap kehidupan buruh dan keluarganya yaitu akan mengalami kehilangan penghasilan. “Untuk semua anggota keluarga FPBI di manapun berada serta kawan seperjuangan agar memberikan support perjuangan kepada buruh PT Advantage SCM dan kepada setiap mereka yang sedang menuntut hak demi kebaikan dan kesejahteraan buruh beserta rakyat Indonesia,” tegas Sukanti.

Tidak hanya dari buruh, aksi tadi juga mendapat dukungan dari unsur organisasi lain yaitu Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Mataram dan Kesatuan Perjuangan Organisasi Pemuda (KPOP) Cabang Mataram.

(Tulisan ini pertama kali dimuat di laman FPBI Indonesia https://fpbiindonesia.wordpress.com/2018/02/05/demo-tolak-phk-massa-aksi-fpbi-dibubarkan-pihak-kepolisian/ dan dimuat ulang untuk tujuan kampanye)