PERNYATAAN SIKAP LAMRI SURABAYA MENDUKUNG MOGOK NASIONAL AMT PT PERTAMINA PATRA NIAGA


Dalam sejarah gerakan buruh, buruh memiliki peran yang sangat kontributif terhadap berdirinya NKRI tercinta. Dimulai dari pemogokan hingga munculnya kesadaran nasional memiliki bangsa yang merdeka (Jhon Ingleson; 2015). Bukan hanya sampai disitu, peran mereka dalam upaya nasionalisasi aset perusahaan termasuk BPM/Shell hingga menjadi Permina yang saat ini telah berganti nama menjadi Pertamina tidak lagi diragukan. Dari paparan diatas tentu sudah tidak dapat dipastikan bahwa peran kaum buruh tidak melulu mementingkan “perut” mereka sendiri namun juga berperan dalam menambah pundi-pundi keuangan negara.

Terciptanya Pertamina juga tidak terlepas dari dorongan kaum buruh, dengan terjadinya pemecatan 300 karyawan oleh pihak perusahaan dengan mengirimkan pesan singkat melalui SMS adalah bentuk kesewenang-wenangan pemerintah terhadap rakyat. Sebagaimana perusahaan milik Negara adalah perusahaan milik rakyat. Dengan penerapan sistem kontrak yang bertahun-tahun tanpa jaminan kesehatan yang membuat para pekerja menanggung sendiri biaya kecelakaan, mengingat resiko pekerja AMT sangatlah tinggi, belum lagi pembayaran lembur yang tidak diberikan oleh perusahaan. Coba kita bayangkan saudara-saudara, bagaimana jika para pekerja AMT itu adalah anggota keluarga dekat kita, bilamana ayah kita atau suami kita dipecat tanpa alasan yang jelas di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Ketua AMT Pertamina Nuratmo menjelaskan bahwa agenda mogok ini tidak ada maksud untuk menyabotase arus mudik lebaran dan menyusahkan masyarakat, hal ini dilakukan karena tidak ada pilihan lain untuk mengakhiri kesewenang-wenangan pihak perusahaan kepada pekerja AMT, pilihan mogok ini adalah pilihan antara hidup dan mati. Dimana pemogokan ini akan dilakukan pada tanggal 19 Juni pukul 00.00, yang diperkirahkan akan melumpuhkan distribusi BBM wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera dan Sulawesi.

Dengan ini kami mendukung aksi mogok AMT yang berlangsung pada 19 Juni dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat yang sedang melakukan aktifitas tahunan mudik lebaran, harus terkena dampak dari pemogokan ini, semoga perjuangan yang dilakukan AMT membuka mata seluruh pekerja di Indonesia bahwasanya kesejahteraan tidak selayaknya turun dari langit, tetapi melalui perjuangan pekerja itu sendiri, kami Laskar Mahasiswa Republik Indonesia menuntut:

1. Hapus sistem kerja kontrak yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
2. Kami mendukung aksi Pemogokan yang dilakukan buruh AMT dan meminta PT. Pertamina segera mengabulkan tuntutan buruh AMT.
3. Bangun persatuan total dikalangan kaum buruh, karena buruh adalah pondasi ekonomi nasional.
4. Bangun solidaritas gerakan rakyat, lawan segala bentuk penindasan & penghisapan.
5. Nasionalisasi aset, bangun industri dari, oleh dan untuk rakyat.