Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Adalah Tantangan Global

 

Hans-Hort Konkolewsky, Sekjen ISSA

Persoalan Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan tantangan bagi dunia. Persoalan itu mengemuka dalam sesi Kongres Dunia ke-21 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada 3-5 September di Singapura. Saya berkesempatan hadir alam seminar itu mewakili Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK-KPBI) Indonesia dan Aliansi Advokasi K3.

Dalam kongres itu, Nancy Leppink, kepala administrasi pengawasan ketenagakerjaan dan K3 ILO, menyampaikan bahwa perlindungan buruh atas keselamatan dan kesehatan kerja memang menjadi suatu tantangan global tahun-tahun ke depannya. Memberikan pendidikan kepada publik akan pentingnya K3 memang harus terus disuarakan, tambah Ms Nancy. ILO kini mendorong bagi pekerja-pekerja muda untuk turut aktif mendorong perlindungan K3 di Negara mereka masing-masing, tegasnya.

ILO pun turut serta bekerja sama dengan berbagai Negara untuk mewujudkan standart K3 secara Global. Pendidikan bagi seluruh stakeholder, baik itu serikat buruh maupun perusahaan-perusahaan diberbagai menjadi agenda penting yang harus ditingkatkan.

Sementara, Hans-Horst Konkolewsky, Sekjen Asosiasi Jaminan Sosial Internasional atau International Social Security Association menyebutkan ada 7 (tujuh) langkah untuk kesehatan keselamatan kerja melalui kampanye Vision Zero:

  1. Take Leadership – demonstrate commitment;
  2. Indentify hazard – control risk;
  3. Define targets – develop programmes
  4. Ensure a safe and healthy system – be well organise;
  5. Ensure safety and healthy in machines, equitment and workplace;
  6. Improve qualifications – develop competence;
  7. Invest in People – motivate by participant.

ISSA membuka kepada seluruh masyarakat di dunia untuk bekerjasama mengkampanyekan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. ISSA akan membantu mengkampanyekan hal tersebut secara aktif di website-nya www.visionzero.global .

Pirkko Mattila, menteri kesehatan dan urusan sosial Finlandia, menyebut  salah satu kunci keberhasilan dari pemerintah Finland menerapkan Program K3 nasional adalah komunikasi dan kerja sama yang aktif dengan serikat buruh yang ada di Negara-nya. Kerjasama pun dibangun dengan para pelaku usaha dan Pemerintah Finland. Finland pun kini telah mempunyai regulasi yang baik untuk pemenuhan dan perlindungan K3 bagi setiap pekerja di Negara-nya.

Pirkko Mattila, menteri kesehatan dan urusan sosial Finlandia,

 Menuju Vision Zero

Dalam kongres ini, saya juga memasuki seminar yang diselenggarakan oleh ISSA bertemakan kampanye Vision Zero. Kampanye ini mendukung dan melengkapi beberapa inisiatif keselamatan dan kesehatan terkait dengan tema umum “Vision Zero”.

Kampanye Vision Zero bertujuan untuk memobilisasi dan mengilhami komitmen baru dan sukarela oleh para pengambil keputusan, pengusaha, pemimpin bisnis, manajer dan profesional kesehatan kerja untuk keselamatan dan kesehatan bagi semua orang di tempat kerja melalui penerapan serangkaian prinsip sederhana.

Seminar yang menggunakan metode diskusi panel ini menghadirkan para pemimpin bisnis akan memberikan contoh keberhasilan vision zero di perusahaan mereka. Kesemua Pembicara bersepakat tantangan utamanya adalah kesenjangan dalam pola pikir mengenai pemahaman K3 dan keselarasan dengan staff di lapangan. Maka, mereka bertindak ke depan lebih maju dengan fokus melakukan pencegahan permasalahan K3, menanamkan pola pikir kepada setiap orang yang bekerja di perusahaanya akan resiko yang dimiliki di tempat bekerjanya dan meningkatkan budaya keselamatan.

Mr Chit Sieng Wong (Chief Corporate Officer SP Group – Singapore) mengatakan terdapat 4 (empat) program utama K3 di group perusahaannya:

  1. Contractor Performance Managemnt System
  2. Process Safety Management
  3. Project Safety Review
  4. Activity Based Safety Improvement System.

Mr José Raúl Gonzáles (Chief Executive Officer Grupo Cementos Progreso from Guatemala) menambahkan dibutuhkan komunikasi terbuka di setiap tingkat di perusahaan untuk mencapai kinerja keselamatan dan kesehatan terbaik.

Kampanye Vision Zero tersebut diharapkan menjadi proses global dan berkelanjutan yang mengarah pada pengurangan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tutup Mr Helmut Ehnes (Secretary General ISSA Mining Section)

Sesi terakhir yang saya ikuti adalah diskusi panel yang bertemakan What is required for effective OSH training. Dalam diskusi ini Saya tertarik sekali dengan presentasi yang disampaikan oleh Caroline Passuello (DNV GL, Brazil). Dia menggunakan metode andragogy dalam penyelenggaraan pelatihan mengenai K3. Andragogy adalah pembelajaran untuk orang dewasa. Dia berpendapat, metode ini akan menempatkan peserta sebagai subjek dalam pelatihan. Setiap peserta pelatihan pasti memiliki pengalaman yang banyak, dan kita sebagai fasilitator dapat memfasilitasi pelatihan dengan belajar dari pengalaman mereka dan merumuskan bersama jalan penyelesaian K3 yang mereka hadapi, tungkas Caroline.

Ketua Tim Advokasi SERBUK Indonesia Wirdan Fauzi

Tulisan ini merupakan kontribusi dari Ketua Tim Advokasi Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK-KPBI) Indonesia dan Koordinator Aliansi Advokasi K3, Wirdan Fauzi. Wirdan berkesempatan mengikuti kongres langsung di Singapura.