Pendidikan PKB: Selangkah Menuju Perbaikan Kondisi Kerja

Buruh.co, Sumatera Selatan – Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK-KPBI) Sumatera Selatan menggelar pendidikan Perjanjian Kerja Bersama selama dua hari. Pendidikan itu dimulai pada Sabtu, 19 Agustus 2017, hingga Minggu keesokan harinya.   Para peserta ini, berasal dari 10 serikat yang berada di Sumatera Selatan. Pendidikan ini, direncanakan akan diadakan selama 2 hari hingga 20 Agustus 2017 bertempat di Balai Pertemuan Desa Gunung Raja, Muara Enim Sumatera Selatan.

Pada Sessi pertama, Khamid Istakhori sebagai fasilitator menyampaikan materi pengantar tentang kepentingan buruh. Sesi ini, menjabarkan bahwa hubungan antara buruh dengan pengusaha merupakan pertukaran kepentingan. Khamid menjelaskan bahwa kepentingan adalah sesuatu yang ingin kita dapatkan dan melebih hak-hak normatif. Setiap orang memiliki kepentingan dan akan berusaha untuk mendapatkannya. Baik buruh dan pengusaha, masing-masing memiliki kepentingan. “Buruh punya kepentingan, yaitu upah yang lebih tinggi, kondisi kerja lebih bagus, waktu istirahat yang lebih banyak. Lalu secara singkat kita menyebutnya sebagai kesejahteraan. Sementara pengusaha berkepentingan mendapatkan keuntungan yang berlipat,” jelas Khamid. Kepentingan buruh dan pengusaha, sejatinya merupakan pertarungan yang saling berkontradiksi.

Sebagai studi kasus, Khamid mengambil beberapa contoh pencapaian dari perjuangan Serikat Buruh di PLTU Gunung Raja. Nando, Ketua Serikat Buruh PT. Hongfa menjelaskan mengenai pencapaian upah minimum sektoral konstruksi di perusahaannya. Menurut Nando, upah ini tidak cukup sebab kebutuhan hidup semakin bertambah. Maka, mereka berniat mengajukan tuntutan perundingan agar ada skala upah yang lebih baik. “Kami ingin agar upah tidak hanya sektoral. Kami ingin, ada penghargaan masa kerja, tunjangan perumahan dan tambahan cuti. Itulah tuntutan yang akan kami ajukan dalam perundingan PKB,” ujar Nando.

Selama 2 hari, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai proses awal pembentukan draft PKB sebelum berunding. Ini sangat krusial sebab sebuah draft mencerminkan seluruh tuntutan yang akan diajukan. Draft yang ideal disusun dengan melibatkan anggota di tempat kerja sebab merekalah yang paham, hal apa saja yang menjadi kebutuhan di luar hak normatif yang diatur oleh undang-undang.

Pendidikan ini,merupakan kelanjutan dari hasil perundingan ketika mereka melakukan mogok kerja pada 19 Juli 2017 yang lalu. Salah satu klausul kesepakatan adalah segera diadakan perundingan PKB yang didahului dengan penyerahan draft pada 19 September 2017 mendatang.