Pembangunan Infrastruktur Besar-besaran Butuh Penguatan Konsolidasi Buruh Konstruksi

kongres BWI

Pertemuan Delegasi Regional Asia Pasifik Building and Wood Workers’ International Global Union (BWI GUF)menegaskan berbagai kebijakan mengenai agenda perjuangan buruh konstruksi di masa mendatang. Tantangan dan peluang perkembangan serikat buruh kontruksi di Asia menjadi sangat penting sebab Asia merupakan tujuan investasi besar yang dilakukan oleh Perusahaan Multi Nasional.

Bertempat di Durban Convention Center (DCC), Building and Wood Workers’ International Global Union (BWI GUF) menggelar Kongres Internasional ke-4. Kongres yang dihadiri oleh berbagai delegasi dari Asia, Eropa, Afrika, Amerika Selatan, dan Australia akan dibuka pada tanggal 30 November 2017. Kongres, selain akan menghasilkan perubahan mendasar Statuta juga merekomendasikan berbagai resolusi untuk perbaikan kondisi kerja dan kebijakan yang berkaitan dengan perjuangan buruh sektor kontruksi di berbagai negara.

Sebagai rangkaian menuju Kongres, digelar pula berbagai event pendahuluan untuk memperkuat konsolidasi dalam berbagai isu penting, salah satunya Asia Pacific Regional Committe Meeting yang berlangsung pada 28 November 2017 selama 4 jam. Pertemuan dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal BWI GUF Yuson Ambet. Dalam sambutan pembukaannya,

Ambet menjelaskan mengenai perkembangan BWI GUF hingga terlaksananya Kongres ke-4. Konsolidasi anggota, berbagai hasil perjuangan, dan juga penambahan anggota baru yang hadir dalam Kongres juga merupakan hal penting yang disampaikannya. “Selamat datang kepada berbagai delegasi Asia yang hadir dalam Kongres ini. Selamat datang kepada anggota baru yang telah bergabung dengan BWI GUF dan hadir dalam Kongres ini,” sambut Ambet kepada sejumlah delegasi baru, termasuk Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Indonesia.

Khamid Istakhori, Sekretaris Jenderal SERBUK Indonesia, yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa kedepan, tantangan sektor kontruksi akan semakin besar terutama dikaitkan dengan kebijakan pemerintah saat ini yang sedang bergiat dengan kebijakan pembangunan infrastruktur. “Indonesia memiliki posisi penting, sebab pembangunan infrastruktur yang sangat pesat mengharuskan serikat buruh sektor konstruksi berkonsolidasi dengan sangat serius,” kata Khamid Istakhori.

Konsolidasi bukan saja penting untuk serikat buruh konstruksi, tetapi juga dengan melibatkan buruh pada rantai pasokan yang semakin panjang. “Kontrak-outsourcing, union busting, upah yang belum layak, keselamatan dan kesehatan kerja, merupakan isu penting kita kedepan,” tutur Khamid.

Kongres ke-4 BWI GUF – Asia Pacifik Regional Committe Meeting mengambil tema, “Membangun Kekuatan Serikat Buruh Konstruksi di Asia.” Pertemuan delegasi Regional Asia Pasifik dipimpin langsung oleh Apolinar Tolentino selaku Koordinator BWI Regional Asia Pasifik.

Selain membahas perubahan statuta dan berbagai perubahan jabatan yang ada dalam Komite Eksekutif, Apolinar juga membahas mengenai berbagai resolusi terkait dengan kondisi kerja, perubahan iklim global, resolusi anti kekerasan terhadap pekerja perempuan, dan kampanye berkaitan dengan pemenuhan hak-hak pekerja kontruksi, terutama yang berkaitan dengan berbagai perusahaan raksana.