Mogok Menangkan Tuntutan 9 Serikat Buruh di PLTU Gunung Raja

Buruh SERBUK dari 9 Perusahaan yang Mogok Serentak

Buruh.co, Muara Enim – Mogok kerja berhasil membuahkan kemenangan bagi buruh dari sembilan serikat di PLTU Gunung Raja, Muara Enim, Sumatera Selatan. Buruh Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Indonesia itu meraih kemenangan berkat kekompakan anggota dan dukungan Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indoensia (FSP2KI).

Sebanyak sekitar 600 buruh menghentikan produksi untuk memperjuangkan tuntutan dengan dukungan massa aksi dari 5 serikat pekerja di FSP2KI sejak Rabu, 19 Juli 2017. Kedua federasi sama-sama berafiliasi dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia.

Pukul 07:30, para buruh telah berkumpul di depan pintu gerbang PT GH EMM Indonesia dengan memasang tenda perlawanan. Hanya butuh 90 menit sebelum perusahaan melakukan perundingan dengan buruh.

Perundingan tidak lantas berjalan mulus. Masih ada 10 alat berat beroperasi di area tambang batu bara, bahan bakar utama PLTU. Tim perunding dari serikat buruh Joni Sibarani lantas mendesak perusahaan untuk menghentikan operasi sebagai syarat perundingan. “Kami mendapatkan fakta bahwa masih ada unit alat berat yang melakukan kegiatan, apabila Perundingan akan di lanjutkan maka perintahkan untuk menghentikan kegiatan,” tegasnya.

Perundingan berakhir pada pukul 15:40 dengan kesepakatan pemenuhan tuntuan para buruh. Enam poin kesepatan itu adalah:

  1. Perusahaan menerbitkan surat pengangkatan karyawan kontrak (PKWT) menjadi tetap (PKWTT) paling lambat 1 bulan.
  2. Perusahaan berlakukan upah minimum sektoral untuk semua perusahaan serta struktur dan skala upah bagi yang berunding Perjanjian Kerja Bersama.
  3. Perusahaan bersedia menjalankan hak normatif sebagaimana diatur undang-undang. Ini berkaitan dengan upah lembur, kekurangan upah minimum, dsb. Pengawas Disnaker Sumsel akan melakukan pemeriksaan dan menerbitkan nota paling lambat dua bulan.
  4. Perusahaan dan serikat akan merundingan Perjanjian Kerja Bersama. Serikat akan menyerahkan rancangan paling lambat dua bulan sesudah kesepakatan.
  5. Perusahaan akan membenahi penerapan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) agar sesuai undang-undang. Perusahaan wajib menyerahkan data TKI paling lambat 1 minggu. Pengawas akan memeriksa dan menerbitkan nota berkaitan dengan TKA. Pelanggaran akan dikenakan sanksi.
  6. Perusahaan dan serikat pekerja bersepakat menyatakan bahwa mogok kerja selesai sesudah kesepakatan ini ditandatangani. Pihak perusahaan memastikan tidak akan memberikan sanksi / tindakan balasan atas pemogokan ini dan berkomitmen untuk memperbaiki hubungan industrial yang lebih baik dan setara.

Sebelumnya, pemberitahuan mogok kerja sudah disampaikan jauh hari ke pihak perusahaan. Namun, 9 Perusahaan PLTU Gunung Raja mengabaikannya.