Marsinah: Buruh Perempuan Pemberani

 

Persiapan peringatan 25 tahun marsinah

Buruh perempuan yang aktif di organisasi memang tidak asing lagi dengan nama MARSINAH. Sosok buruh yang menjadi korban kekerasan bahkan sampai dibunuh dalam perjuangannya menuntut hak normatif di perusahaannya. Menjelang tanggal 8 Mei status media sosial diramaikan dengan perjuangan buruh di PT CATUR PUTRA SURYA dalam menuntut haknnya, bahkan diskusi serta pembahasan kaum buruh mengerucut ke satu nama yaitu “MARSINAH”.

Media’s Fspek Kasbi langsung menuju sekretariat FSPEK KASBI di kampung boled, Belendung, Karawang. Markas yang menjadi tempat diskusi, pendidikan, kumpul-kumpul buruh FSPEK.

Malam ini (06/05) pukul 19.00 sedang ada kegiatan persiapan malam renungan Marsinah. Terlihat buruh perempuan sedang latihan untuk acara renungan, pembuatan lampion bergambar marsinah, mengatur rundown acara sampai latihan persiapan baca puisi dan theatrical tak lupa dilakukan.

Apa sih pendapat dan makna yang ditangkap buruh perempuan saat ini tentang Marsinah?

Dini Supriatin (Buruh Perempuan PT CSI) berkata “Marsinah adalah buruh pemberani, Marsinah adalah buruh pemberontak, tapi nanti dulu, pengertian pemberontak dalam hal ini adalah Marsinah muncul ke permukaan dengan lantang bersuara, memperjuangkan kesejahteraan buruh dari keadaan yang tidak berpihak kepada buruh, karena perusahaan tempatnya bekerja belum juga melaksanakan instruksi Gubernur KDH TK I Jawa Timur melalui surat edaran No.50/Th.1992 tentang kenaikan upah 20% dari gaji pokok, Marsinah dengan beraninya memimpin pemogokan untuk merealisasikan tuntutan bersama kawan-kawannya, bagiku dia adalah perempuan hebat, keberaniannya mengubur stigma negatif bahwa perempuan hanya berkutat di dapur, sumur dan kasur, buruh hari ini khususnya buruh perempuan harus menauladani keberanian beliau, sehingga kaum buruh bisa bangkit dan berperan aktif demi cita-cita bersama untuk kaum buruh dan rakyat Indonesia, ” kata Dhini .

Dini Supriatin bersama siti Ciety Anastasya Ciemandza juga buruh perempuan lainnya masih terlihat sibuk membuat lampion bergambar Marsinah di pelataran sekretariat FSPEK, agenda yang akan dilangsungkan pada malam tanggal 8 Mei 2018 itu sengaja melibatkan Buper (Buruh Perempuan) Fspek sebagai pengisi acara maupun sebagai konseptor acara.
“Pada tahun ini peringatan hari Marsinah sengaja kami masukan juga tema Kemerdekaan, Kesetaraan dan Kesejahteraan dalam renungan Marsinah, dimana tema tersebut sangat berkaitan dengan perjuangan Marsinah,” tegas Qia Cheparrah (Koordinator Departemen Perjuangan Buruh Perempuan FSPEK KASBI).

Peringatan HARI MARSINAH takkan bosan-bosannya di laksanakan setiap tahun, agar buruh zaman sekarang dan masa depan tetap percaya diri, sekaligus mengenal akan sejarah bahwa buruh khususnya perempuan punya pahlawan pemberani dari Porong, Sidoarjo.

USUT TUNTAS KASUS MARSINAH !!!

(Oleh : Team Media Fspek KASBI)

(pertama kali dimuat di https://tinyurl.com/fspekkasbi, dimuat ulang untuk tujuang penididikan)