KPBI Tolak Penerapan Outsourcing Buruh Pelabuhan Tersibuk Kedua di Australia

Sekretaris Cabang Serikat Buruh Maritim Paul McAleer dalam demonstrasi 2016, Gambar: Carly Earl

Buruh.co, Jakarta – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia menyatakan dukungan pada perjuangan Maritim Union of Australia melawan outsourcing. Pengelola pelabuhan Botany ingin mengubah status buruh di pelabuhan menjadi outsourcing.

Pelabuhan di New South Wales ini adalah tempat lalu lalang peti kemas paling sibuk kedua di Australia. KPBI melihat para buruh telah berjasa dalam pembangunan ekonomi, terutama karena mereka telah lama bekerja di sana. “Tentu saja sudah memberikan kontribusi besar untuk kemajuan perusahaan,” sebut Ketua Umum KPBI Ilhamsyah dalam surat dukungan pada 9 APril 2017.

Konfederasi ini melihat ada kesamaan perjuangan antara buruh Indonesia dan Australia. Keduanya sama-sama melawan pasar kerja fleksbel yang membuat pengusaha mudah memecat buruh.  “Perjuangan Maritim Union of Australia dalam kasus ini, merupakan perjuangan  global sehingga kami di Indonesia juga berkewajiban memberikan dukungan pada MUA,” imbuhnya.

Hubungan kerja fleksibel merupakan kemunduran bagi buruh karena menjauhkan para penggerak roda ekonomi ini dari hak-hak pekerja. Hubungan ini juga berdampak pada pelemahan serikat secara sistematis. “Kami, mengecam dengan tegas akan hal tersebut!.” tegasnya.

KPBI mendesak perusahaan menghentikan rencana penerapan outsourcing tersebut dan segera mengembalikan hak semua buruh. “Kami mendesak perusahaan segera berunding dengan pihak Maritime Union of Australia untuk menunjukkan bahwa anda bermartabat!,” terangnya.

Maritime Union of Australia merupakan serikat buruh di Australia yang mencakup para pelaut, pekerja pelabuhan, penyelam profesional, dan pekerja kantoran yang berkaitan dengan pelabuhan.