KPBI Kutuk Bom Bunuh Diri di Jakarta

Buruh.co, Jakarta – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia mengutuk keras tindakan bom bunuh diri di terminal bus Kampung Melayu, Jakarta. (KPBI) menganggap tindakan itu tidak berperikemanusiaan.

Para Rabu malam, dua bom bunuh diri menewaskan pelaku dan tiga orang polisi. Sebanyak 5 warga dan 5 polisi juga mengalami luka-luka. “Kami mengecam tindakan brutal yang memakan korban jiwa tersebut,” ujar Ketua Umum KPBI Ilhamsyah pada Rabu, 25 Mei 2017.

KPBI menganggap tindakan bom bunuh diri tersebut sebagai kekerasan yang tidak diperlukan. Terlebih, lokasi ledakan berada di tempat publik tempat warga berkegiatan. “Banyak rakyat berkegiatan di sana,” ujarnya.

Konfederasi tersebut mengingatkan agar aparat mengusut dalang aksi teror ini secara transparan dan bertanggungjawab. “Jangan ada pengadilan di lokasi. Polisi tidak boleh sembarangan membunuh orang karena ia terduga terorisme,” tegas Ilhamsyah.

Ketua Umum Ilhamsyah menegaskan upaya memerangi terorisme terutama mesti dilakukan dengan cara mengentaskan kemiskinan. Rakyat yang miskin semakin rentan untuk putus asa. “Mereka mencari pelarian mudah dengan melakukan aksi-aksi teror pada publik,” tegasnya.

ilustrasi kemiskinan

Untuk itu, KPBI mendesak pemerintah mengambil langkah nyata dalam memerangi kemiskinan. Langkah itu terutama adalah pencabutan PP Pengupahan 78/2015 yang menurunkan daya beli buruh. Sejak aturan itu keluar penyesuaian upah minimum terus turun dari 11 persen pada 2016 menjadi 8 persen pada 2017.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mesti melakukan reformasi agraria. “Bagi-bagi sertifikat tanah tidak cukup. Perlu ada pemberdayaan rakyat miskin dan sistem yang menguntungkan petani kecil,” tegasnya. Selain itu, kemiskinan juga muncul sebagai akibat korupsi. Anggaran negara tidak efektif mengalir ke warga untuk mengentaskan kemiskinan, tapi malah birokrat.

Anggota dari Gerakan Buruh untuk Rakyat itu juga mengingatkan agar ruang-ruang demokrasi terus dibuka. Alhasil, rakyat miskin bisa menyuarakan, menuntut, dan melawan kebijakan-kebijakan yang merugikan.

Ketua Umum KPBI Ilhamsyah dalam orasi peringatan 19 tahun reformasi di Tugu Proklamasi