KPBI Instruksikan Anggotanya Dukung Long March Buruh AMT Pertamina

Keterangan foto:
Baris ke 2 ki-ka. Adi Wibowo (staf kampanye KPA), Nuratmon (Ketua AMT), Damar Panca (Sekjen KPBI), Jumisih (Waketum KPBI), Nining Elitos (Ketua KASBI), Rudi HB Dhaman (Ketua GSBI), Nunung Lestari (Ketua SMI)

Buruh.co, Jakarta – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menginstruksikan seluruh anggotanya untuk terlibat dan mendukung aksi long march buruh awak mobil tangki (AMT) Pertamina. Sekitar 50 buruh AMT akan mulai melakukan aksi jalan kaki pada Jumat dari Bandung menuju Jakarta.

Aksi sejauh sekira 150 kilometer itu bertujuan untuk mendesak pembenahan BUMN terutama Pertamina. Pertamina wajib tunduk pada hukum ketenagakerjaan dengan menghapus outsourcing di anak perusahaannya, membatalkan PHK ilegal, memberikan kepastian kerja, dan membayarkan utang keukurangan upah lembur.

Dalam surat instruksi itu, KPBI meminta anggotanya untuk terus melakukan penggalangan dana. Perjuangan 50 orang AMT selama sekitar 8 hari tersebut tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, konfederasi berlambang gerigi dan bintang itu meminta anggota-anggotanya untuk menyambut massa aksi dan membantu mereka di wilayah masing-masing.

Pada November 2016, sekitar seribu buruh AMT di depot Plumpang, Jakarta melakukan aksi mogok untuk menghapus sistem outsourcing dan performasi. Sistem ini memaksa buruh bekerja lebih 12 jam dan rentan kecelakaan kerja. Mereka juga menuntut lingkungan kerja yang lebih aman. Namun, PT.Pertamina Patra Niaga malah melakukan PHK massal.

Pada lebaran tahun ini, buruh kembali melakukan aksi mogok untuk melawan PHK. PT.Pertamina melakukan PHK ilegal pada 1.095 buruh di 9 depot di berbagai penjuru tanah air.

Aksi long march akan berakhir di istana negara untuk mendesak pemerintah melakukan campur tangan. Para buruh AMT menuntut Presiden Joko Widodo memenuhi janji kampanyenya agar negara hadir dalam menuntaskan persoalan rakyat.