Kompak, Buruh PT.Daiwabo Nonwoven Berhasil Jadi Karyawan Tetap

Buruh SERBUK PT.Daiwabo Nonvwoven Indonesia, Karawang

Buruh.co, Jakarta – Kekompakan serikat buruh di perusahaan produsen kain PT.Daiwabo Nonvwoven Indonesia membuat pengusaha tidak berkutik. Alhasil, para buruh di  itu berhasil memenangkan perundingan dengan mendapat hak-hak dasar sebagai karyawan tetap bagi anggota serikat.

Dalam perundingan yang berlangsung Senin, 14 Agustus 2016, pihak manajemen perusahaan akhirnya sepakat menjalankan nota pemeriksaan dari pengawas ketenagakerjaan. Nota tersebut berisi ketentuan bahwa sejak bulan April 2017, perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta tidak diperkenankan lagi menjalankan sistem kerja dengan status kontrak. Artinya, vendor perusahaan P&G dan PT.KAO itu mesti mengangkat buruhnya menjadi karyawan tetap.

Yanto Sugiyanto, Staff Departemen Hukum dan Advokasi FederasiSERBUK Indonesia menambahkan bahwa keberhasilan ini ditunjang juga oleh keberhasilan konsolidasi para anggota di perusahaan. Sejak dibentuk pada tanggal 25 Desember 2016, pengurus terus melakukan konsolidasi dan rekrutmen. Selain itu, pengurus berhasil menyatukan hampir seluruh buruh. “Saat ini, dari total 88 pekerja, SERBUK PT. Daiwabo beranggotakan 72 orang atau kisaran 82%. Sisanya yang tidak berserikat adalah pekerja asing dan HRD,” jelas Yanto.

Ketua SERBUK PT. Daiwabo, Ucu Sudiana menjelaskan mereka melakukan perundingan dengan bekal data. Ada beberapa tahapan dalam perjuangan perubahan status pekerja ini. “Sesudah menyusun rencana administratif dengan federasi dan pengumpulan data pekerja, lalu kami mengajukan permohonan pemeriksaan kepada pegawai pengawas. Dalam nota pemeriksaan, pengawas menyatakan bahwa perusahaan tidak diperkenankan menjalankan sistem kerja kontrak,” ujar Ucu menjelaskan.

Selain berhasil memperjuangkan anggotanya menjadi 100% berstatus pekerja tetap, serikat juga menyepakati klausul mengenai perundingan Perjanjian kerja bersama. Serikat, memiliki waktu 3 bulan untuk mempersiapkan rancangan materi PKB sebelum pelaksanaan perundingan.

PT.Daiwabo Nonvwoven Indonesia

(Tulisan ini merupakan reportase bersama dengan Ucu Sudiana)