Kemenangan Di Deli Serdang, Kabar Baik Buat Semua Yang Berlawan

Buruh FSPI Blokade Pintu Pabrik PT Asia Raya Fondry

Kemenangan Di Deli Serdang, Kabar Buat Semua Yang Berlawan

Apa yang diikhtiarkan buruh-buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI) di Deli Serdang akhirnya berbuah manis. Bermula di Tanjung Morawa, pada hari kelima aksi, FSPI memutuskan menempuh langkah yang lebih berani dibanding hari-hari sebelumnya.

Aksi penutupan gerbang pabrik dan penghadangan mobil angkut muatan milik PT. Asia Raya Foundry diambil sebagai langkah tegas buruh-buruh FSPI demi medesakkan tuntutan. Kabar mengenai perekrutan lima orang pekerja baru secara tidak syah oleh perusahaan ikut menambah nyala api berlawan.

Aksi berani FSPI tersebut sempat memantik kericuhan kecil dan ketegangan dengan pihak sekuriti pabrik. Bukannya kendur, buruh-buruh justru semakin bersemangat, sebagaimana yang diwakilkan oleh Susilo, Ketua PUK FSPI PT. Asia Raya Foundry, dalam orasinya,

“Kami minta ketegasan pihak kepolisian dan pemerintah untuķ memerintahkan perusahaan segera menganulir perekrutan pekerja baru sebagai pengganti kami. Itu adalah perbuataan pidana, mengangkangi pasal 144 UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Kami meminta kepolisian tidak abai, membiarkan terjadinya peristiwa pidana di depan mata!”

Senin, 8/10, hari dimana buruh-buruh terus berjuang adalah hari yang sama dengan rangkaian kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sumatera Utara. Di Medan, presiden yang biasa disapa Jokowi itu meresmikan pembukaan MTQ Nasional Ke-27. Selanjutnya di Deli Serdang, Jokowi melakukan temu wicara terkait Dana Desa dengan seluruh perangkat desa dan Bupati Deli Serdang, H.Ashari Tambunan,SE.

Tidak seperti aksi di hari-hari sebelumnya yang dijaga ketat puluhan aparat, kehadiran Jokowi, membuat mobilisasi aparat kepolisian lebih difokuskan untuk mengamankan ring satu. Kondisi ini membuat ruang gerak buruh-buruh FSPI menjadi lebih leluasa. Mereka dapat mengekspresikan tuntutannya secara lebih cair.

Seperti diketahui, konflik antara FSPI dengan PT. Asia Raya Foundry sendiri telah berlangsung selama sepekan terakhir. PT. Asia Raya Foundry adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi spare part mesin dan peleburan baja. Adapun muasal konflik terkait tuntutan pembayaran gaji tepat waktu yang justru berujung PHK sepihak terhadap 22 buruh.

Aksi yang gigih dari FSPI pada akhirnya berpangkal kemenangan. Seperti bunyi kalimat penyemangat, “siapa menabur perlawanan, ia akan memanen manis kemenangan”. Buruh berhasil mendapat kesepakatan tertulis di hadapan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Deli Serdang, Norma Siagian, SE. MAP, beserta Kabid PHI Mustamar, SH.MH yang meninjau langsung di lokasi perusahaan.

Adapun beberapa poin yang berhasil dimenangkan dalam kesepakatan itu, yaitu, pihak PT. Asia Raya Foundry sepakat mempekerjakan kembali seluruh anggota FSPI sejumlah 22 orang tanpa melakukan intimidasi. Perusahaan juga harus membayar upah selama mogok kerja dan menunaikan hak normatif pekerja seperti penyediaan alat pelindung diri.

Kemenangan buruh di Deli Serdang adalah kabar gembira buat klas buruh yang tengah berjuang dimanapun mereka berada. Kabar ini serupa angin sejuk dan bara penyemangat bagi buruh-buruh di Bekasi yang tergabung dalam GSPB atau rekan-rekan SPK PT. TEL di Muara Enim yang di waktu yang sama tengah bergelut memperjuangkan haknya.

Pendeknya, kemenangan buruh di Deli Serdang ialah kabar buat semua yang tertindas dan memilih untuk tetap gigih berlawan! Walau masih kecil, kemarin sebutir kemenangan sekalilagi bisa terwujud, esok mungkin seribu, lusa bisa jadi berlipat ganda. Sampai kemenangan sejati tiba!

Penulis: Kontributor Sumatera Utara

Editor : Saif Roja