Kembang-kembang Bermekaran di Rumahmu

-mengenang M. Ikhsan Prajarani, pejuang tangguh berhati baja-

Setahun lalu, kami sedang berkumpul, ketika kabar duka itu menyelinap diantara kami. Semua buku kami lipat, semua mulut terkunci tak berbicara, semua mata terpejam menahan duka, semua hati khusyuk berharap: Tuhan Yang Maha Baik menjagamu bersama kami. Tapi Tuhan Yang Maha Berkehendak lebih menyayangimu, menginginkan agar kamu bersamaNya. Kamu tidak pergi, tapi menempati sebuah sisi pada kehidupan yang lain. Di sana tak ada duka lara, tidak ada air mata, tidak ada kepedihan.

Hari berganti dengan harapan-harapan baru dan malam bergerilya menjaga harapan tetap menyala. Kami mengenangmu seperti itu. Ya! Harapan. Selalu kata itu yang kamu katakan pada kami. “Apa arti berjuang, kalau kita tidak menegaskan hadirnya harapan?” tanyamu suatu saat. Semua itu, sekarang seperti sebuah album, seperti sebuah buku catatan, yang kami buka setiap pagi menjelang dan kami tambahkan huruf-huruf baru sebagai perwujudan harapan baru. Menuliskan harapan, dengan tangan kami yangh terus belajar kokoh.

Can,
Kemarin aku berjalan melewati rumahmu. Kembang-kembang bermekaran di sana menebarkan aroma kasturi yang semerbak. Sebagian di antaranya masih kuncup, menunggu matahari besok pagi untuk mekar bersama. Daun-daun yang lebar dan menghijau itu, seperti doa kami: selalu terbarukan dan menyirami pusaramu agar selalu basah dan sentosa; seperti cita-cita kita. Bukankah kamu yang mengajarkan pada kami, untuk tetap setia pada jiwa-jiwa sesama?

Semua masih kami jaga. Nyala semangatmu yang yang penuh bara, keberpihakanmu pada si lemah, kesetiaanmu pada perjalanan meski berat dan menanjak, dan semua catatan yang kau sisakan kemarin. Kami semua, belajar dari semangatmu itu. Dan itu adalah cara kami merawatmu. Cara kami mewarisi harapanmu.

Can, bahagialah di sana. Kami di sini menjaga dan merawat harapan itu dengan sekuat hati. Akan selalu kami tulis semua itu, dengan torehan yang tiada henti.

Nyalamu adalah suluh bagi kami!

Terima kasih, Can! Telah menjadi bagian hebat dalam perjalanan kami.

Karawang, 10 Februari 2018, menjelang setahun kepergian M. Ikhsan Prajarani, Sekjen FSP2KI. Juru bicara terbaik bagi kawan-kawan yang tidak beruntung. Nyalamu abadi!