Kematian Manajer JKT48: Industri Kreatif Mesti Mulai Bahas Overwork

Manajer JKT48 Inao Jiro (foto:Tribunnews0

Buruh.co, Jakarta – Kematian manajer grup band JKT48 Jiro Inao mesti memecut industri kreatif di Indonesia untuk membahas persoalan kelebihan jam kerja atau overwork. Jiro Inao tewas gantung diri pada Selasa (21/3) diduga akibat tekanan kerja. Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif (SINDIKASI) menilai jagad industri kreatif harus mulai mencari jalan keluar persoalan kelebihan kerja.

Pada Selasa, manajer JKT48 ditemukan gantung diri di rumah kontrakannya di Jakarta Selatan. “Motif karena beban kerja terlalu berat. Pekerjaan generalisasi manajer JKT48,” kata Juru Bicara Polres Tangerang Selatan Mansuri seperti dikutip detik.com pada Rabu, 22 Maret 2017.

Kacaunya Beban Kerja di Industri Kreatif

Kematian Jiro Inao merupakan tragedi yang tidak baru di industri kreatif. SINDIKASI sebelumnya menemukan pekerja industri kreatif rentan terhadap depresi dan kelebihan kerja. “Pekerja di industri kreatif rentan mengalami depresi karena biasanya kreatifitas berdampingan dengan gangguan mood yang dapat berujung pada bunuh diri atau percobaan bunuh diri jika tidak diantisipasi,” ujar Anggota SINDIKASI, Ikhsan Rahardjo.

Ikhsan menilai salah satu persoalan kelebihan jam kerja dan depresi muncul akibat tidak adanya pengertian kerja. “Kultur kerja pada industri ini sangat khas karena yang disebut “tempat kerja” itu tidak terbatas pada bentuk fisik seperti kantor saja,” katanya. Dalam hal ini, pekerja manufaktur beruntung karena definisi kerja dan tempat kerja yang jelas, di dalam pabrik.

Ketiadaaan tempat dan waktu kerja membuat seluruh tempat dan segala waktu bisa menjadi kerja. “Alhasil, Dalam konteks seni pertunjukan, pekerjanya baik itu seniman maupun manajemen, bekerja berpindah-pindah dari satu lokasi pertunjukan ke lokasi lainnya yang sangat menyita tenaga dan pikiran. Begitu juga dengan “jam kerja” yang sangat lentur,” paparnya.
(Baca  http://buruh.co/pekerja-kreatif-rentan-overwork-dan-depresi/ )

Ki-ka, Ikhsan Rahardjo (SINDIKASI), Wiranta Ginting (LION), dan Anggota SINDIKASI Ellena Ekarahendy (SINDIKASI)


Mulai Mempersoalkan Overwork

SINDIKASI menyerukan untuk mempersoalkan kelebihan jam kerja di industri kreatif. Ikhsan menyebutkan di Jepang persoalan kelebihan jam kerja sudah menjadi isu publik. Bunuh diri tragis dari pekerja agensi Dentsu Matsuri Takahashi akibat kelebihan kerja menjadi pemicu persoalan kelebihan kerja menjadi semakin masif. Perempuan berusia 24 tahun itu lompat dari ketinggian setelah mengirim pesan pada ibunya, “Selamat tinggal, ibu tersayang. Hidup, kerja, dan segalanya sangat menyakitkan.”

Ikhsan menyebutkan pemerintah Jepang sudah menyatakan tekad untuk memerangi kelebihan jam kerja atu karoshi. “PM Shinzo Abe bertekad memerangi jam kerja panjang yang menjadi kultur di perusahaan,” ungkapnya.

SINDIKASI mengingatkan kematian Jiro Inao mungkin akan berulang tanpa pembenahan sistem. “Apa yang terjadi terhadap Manajer JKT48 bisa juga atau bahkan sudah dialami pekerja kreatif lainnya,” tutupnya.