Kelahiran SINDIKASI Hembuskan Angin Segar di Gerakan Buruh

Sekjen KPBI Damar Panca Mulya Memberi Sambutan di Kongres SINDIKASI

Buruh.co, Jakarta – Kehadiran buruh media dan kreatif yang berserikat dalam SINDIKASI membawa angin segar pada gerakan buruh di Indonesia. Kemunculan Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) tersebut dianggap menambah daftar organisasi serikat yang melawan sistem kerja yang merugikan buruh.

Pernyataan tersebut disampaikan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dalam sambutan pembukaan kongres pembentukan SINDIKASI. Forum tertinggi organisasi itu digelar pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di gedung Produksi Film Negara, Jakarta.

Sekretaris Jenderal KPBI Damar Panca Mulya mengapresiasi pilihan SINDIKASI untuk mengambil bentuk serikat. Menurutnya, pilihan itu menegaskan sikap untuk memandang persoalan ketenagakerjaan di sektor media dan industri kreatif. “KPBI menyatakan bahwa sindikasi sudah tepat memutuskan membentuk serikat, berkumpul berserikat. Dengan berserikatlah dapat memajukan bangsa,” katanya dalam pidato sambutan tersebut.

Leih jauh, ia menjelaskan buruh media dan kreatif punya persoalannya sama dengan buruh Indonesia lain pada umumnya. “Berhubungan dengan ekonom. Yang jadi masalah, krisis ekonomi sulit diselesaikan tapi pekerja selalu menjadi korban untuk menyelamatkan krisis, begitupun pekerja media dan industri kreatif,” ujarnya. Sebagai contoh, hubungan kerja yang semakin tidak pasti di sektor pekerja kreatif, dengan status freelance atau kontributor, semakin merajalela.

Di lain sisi, tidak ada perlindungan bagi pekerja lepas (freelance). “Ketika pekerja dipaksa membuat karya, dari klien, ketika klien tidka mau membayar klien padahal pekerjaan sudah selesai dilakukan, maka sulit diperjuangkan karena tidak ada aturan atau perjanjian jelas,” terangnya. Damar berharap kongres SINDIKASI dapa memperkuat dan memajukan perjuangan buruh pada umumnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Departemen Pengembangan Organisasi KPBI Khamid Istakhori juga mengucapkan selamat pada Kongres SINDIKASI. “Bahagia rasanya, menyaksikan teman berlawan nambah satu lagi. Saya membayangkan : IWMD, HARI HAM, IWD, MAY DAY akan semakin semarak karena akan ada film bagus, desain poster bagus karya SINDIKASI.,” tulisnya dalam pesan broadcast whatsapp dan status facebook.

Sekjen KASBI Sunarno

Sementara, Sekretaris Jenderal KASBI Sunarno mengingatkan SINDIKASI punya tanggungjawab besar untuk terutama memajukan dan memperbaiki ekosistem pekerja media dan industri kreatif. “Tidak akan bisa perubahan hanya digantungkan kepada orang lain, maka sindikasi yang mana anggota yang terlibat adalah para pekerjanya yang harus berjuang, terlibat aktif,” serunya.

Ia juga memberi apresiasi tinggi karena SINDIKASI mencantumkan kata “Demokrasi” dalam namanya. Perjuangan bersama SINDIKASI untuk demokrasi, menurutnya, akan semakin menambah energi gerakan buruh.  “Karena mengusung demokrasi pekerja media dan industri kreatif, karena tidak hanya berbicara kelompok sendiri saja, tetapi juga akan berkiprah dalam panggung yang luas, terutama untuk masyarakat dan buruh sektor lainnya,” terangnya.

Pria yang akran dipanggil Bung Sunar mengatakan KASBI mengucapkan selamat berjuang bagi SINDIKASI. “Selamat berjuang dimedan sebenarnya, untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan beradab, untuk kaum buruh yang beradab,” tuturnya di hadapan sekitar 50 anggota SINDIKASI.

Komite Persiapan SINDIKASI menggelar kongres pembentukan pada 26-27 Agustus 2017. Kongres tersebut membahas strategi dan taktik organisasi, nilai-nilai perjuangan, anggaran dasar dan rumah tangga. Selain itu, para anggota juga mendapat laporan pertanggungjawaban dari Presidium Komiter Persiapan. Kongres dihadiri sekitar 50an anggota dari berbagai sektor yang menghasilkan produk kebudayaan.

Peserta Kongres dibagi dalam komisi untuk membahas nilai-nilai perjuangan organisasi