ILO-JALA PRT luncurkan kompilasi kasus-kasus hukum pekerja rumah tangga Indonesia

Aksi Unjuk Rasa Tuntut Pengesahan RUU PRT (sumber: Konde.co)

Buruh.co, Jakarta – Selama lebih dari tujuh tahun, Marni Siti (bukan nama sebenarnya), 22 tahun, menjadi tahanan di rumah majikannya yang kerap menganiaya serta tidak memberikan makanan, waktu tidur dan upah untuk jam kerja yang panjang dan melelahkan. Ia pun akhirnya berhasil melarikan diri. Dengan luka-luka di sekujur tubuhnya, ia pergi ke polisi dan melaporkan majikannya pada Februari 2016.

Kasus Marni Siti merupakan salah satu kasus hukum yang melibatkan pekerja rumah tangga (PRT) dan pekerja rumah tangga anak (PRTA) Indonesia yang didokumentasikan di dalam publikasi terbaru bertajuk “Kompilasi Penanganan Kasus-kasus PRT dan PRTA Indonesia”, yang diterbitkan JALA PRT, sebuah LSM yang menangani masalah hak PRT, dengan dukungan dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Kompilasi ini akan diluncurkan dan dikaji pada 16 Juni 2017 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Peluncuran ini sejalan dengan peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak dan Hari PRT Internasional yang jatuh pada 12 Juni dan 16 Juni.

Diterbitkan untuk pertama kalinya, publikasi ini mendokumentasikan dan menganalisis 24 kasus PRT yang dibagi ke dalam tiga jenis kasus: Ketenagakerjaan (15 kasus), kriminalisasi (4 kasus) dan kriminal (5 kasus). Kasus-kasus ini melibatkan baik PRT dewasa maupun anak-anak.

Kasus ketenagakerjaan meliputi pemutusan hubungan kerja yang tidak adil seperti akibat sakit, kehamilan, ketiadaan kontrak kerja serta pemutusan kerja tanpa pesangon dan jaminan sosial. Kasus-kasus kriminalisasi mencakup tuduhan palsu dan penganiayaan; serta kasus-kasus kriminal seperti PRT sebagai korban perdagangan manusia dan sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga.

Seluruh kasus ini telah ditangani oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan, anggota JALA PRT, dengan dukungan dari ILO melalui Proyek Mempromosikan Kerja Layak bagi Pekerja Rumah Tangga (PROMOTE). Didanai DEpartemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), Proyek PROMOTE bertujuan mempromosikan kerja layak bagi PRT dan penghapusan PRTA secara signifikan.

“PRT memiliki hak hukum yang sama di tempat kerja, seperti para pekerja dan profesi lainnya. Karenanya, peluncuran dan penerbitan kasus-kasus PRT ini menjadi penting dalam memenuhi kebutuhan hukum para PRT dan memastikan hak mereka sebagai pekerja,” kata Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia mengomentari peluncuran publikasi ini.

Selain peluncuran, publikasi akan dibedah dan dibahas secara interaktif sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kasus-kasus yang melibatkan PRT dan PRTA serta untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih baik serta akses yang lebih besar terhadap keadilan bagi PRT. Para penanggap dan pengkaji termasuk para perwakilan dari LBH APIK, LBH Jakarta, Polda Metro Jaya, serikat pekerja PRT dan penggiat perempuan.

“Meski PRT memiliki peran penting, mereka masih tidak diakui sebagai pekerja dan hubungan kerjanya pun belum diatur di dalam peraturan ketenagakerjaan nasional serta peraturan lainnya yang melemahkan perlindungan kerja mereka. Karenanya kita sangat membutuhkan undang-undang khusus mengenai PRT guna memberikan perlindungan hukum yang lebih baik dan menghindari perlakuan buruk dan semena-mena terhadap PRT,” kata Lita Anggraini, Koordinator Nasional JALA PRT.

PRT mewakili kelompok pekerja perempuan terbesar yang bekerja di dalam rumah tangga baik di negara mereka sendiri maupun di luar negeri. Saat ini, ILO memperkirakan terdapat sekitar 2,6 juta PRT di Indonesia; di antaranya sekitar 110 ribu merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

(siaran pers bersama ILO dan Jala PRT)