Ibu-ibu Cimahi: Zombi Buruh AMT Pertamina Seperti Suami Saya

Teh Ati Nugroho di Alun-alun Cimahi (20/10/2017)

Buruh.co, Jakarta – Sabtu pagi, di alun-alun Cimahi, Jawa Barat, Ati Nugroho tampak heran dan bertanya-tanya. The Ati melihat puluhan rombongan buruh zombi Pertamina. Setelah mendapat selebaran pertanyaanya terjawab. “Kasihan ya, nggak tega baca ini. Nggak digaji lima bulan, nggak dapet pesangon. Di-PHK gitu saja. Diputus kontrak, outsourcing,” kisahnya.

Setelah beberapa saat bercakap, ternyata ia meruapakan korban tak langsung dari PHK. “ Suami saya kemarn juga habis di-PHK di salah satu pabrik di sini dan gak dapat apa-apa,” ungkapnya. Alhasil, ia merasa barisan zombi ini mewakili keluarganya, “Saya ngerasain apa yang mereka rasain,”

Suaminya bekerja di perusahaan di Cimahi, Jawa Barat, dan di-PHK dengan alasan efisiensi. Hubungan yang mudah memecat buruh ini membuatnya pusing tujuh keliling mengelola keuangan. “Sedih mas, punya anak dua, muternya. Sampai sekarang suami saya juga belum dapat kerja,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah serius menghapuskan outsourcing. “Saya mah pingin dibuka selebar-lebarnya lapangan kerja. Nggak ada outsoucing, dihapus,” harapnya. Selain itu, ia ingin pemerintah menaikan upah minimum secara berarti.

Sebanyak 50 buruh pertamina mengenakan kostum zombi dalam melakukan aksi long march Bandung-Jakarta. Rute sejauh 160 kilometer itu ditempuh untuk menuntut penghapusan kontrak dan outsourcing di BUMN. Kontrak dan outsourcing menurunkan daya tawar buruh dan membuat melanggengkan sistem yang mempekerjakan mereka lebih 12 jam tanpa upah lembur. Setelah pemerintah menjanjikan pembekuan perusahaan outsourcing yang ilegal di Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Petrofin, manajemen malah melakukan PHK terhadap 1.095 buruh secara ilegal.

Aksi para zombie buruh awak mobil tangki Pertamina rencananya akan bermuara di Istana Negara. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo merapikan pengelolaan BUMN dan agar BUMN tidak lagi melanggar hukum dengan menggunakan sistem kerja outsourcing.