Dukungan ke Pemogokan Marugo Tak Pandang Bendera Serikat

Buruh.co, Jakarta – Dukungan pada pemogokan buruh PT.Marugo Rubber Indonesia di kawasan industri KIIC datang tanpa memandang bendera serikat dan sektor. Berbagai organisai ramai mengunjungi tenda perjuangan buruh PT.Marugo di Karawang, Jawa Barat tersebut. Mereka memberi semangat dan bantuan berupa logistik.

Mereka yang hadir memberikan dukungan di antaranya berasal dari Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI), Dewan Eksekutif Nasional KPBI, dan FSPMI.

Bahkan, Presiden FSP2KI Hamdani menyempatkan hadir untuk turut memberi semangat pada kawan-kawan SERBUK. Ia meluangkan waktu di tengah kesibukannya berkunjung di Jakarta. “Kami dari jauh, dari Riau, kemari untuk membantu semangat kawan-kawan, bahwa kawan-kawan tidak berjuang sendiri,” serunya pada Kamis, 10 Agustus 2017.

Ia juga mengucapkan salut pada anggota Federasi Serikat Buruh Kerakyatan yang melakukan pemogokan tersebut. Ini karena serikat di PT.Maruga menunjukan watak sejati serikat buruh, yaitu solidaritas. “Keputusan kawan-kawan untuk mogok benar dan saya salut. Hanya 6 orang (di-PHK) tapi bukan itu. Satu orangpun harus kita bela karena bagian dari kawan-kawan,” ungkapnya.

Hamdani, yang juga merupakan Ketua Dewan Buruh di Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), tersebut juga mengingatkan agar kawan-kawan tegar dalam perjuangan. Ini karena perlawanan bisa saja panjang. “Di Muara Enim (salah satu basis FSP2KI) bisa sampai dua bulan,” ujarnya mencontohkan. Namun, melihat kekompakan kawan-kawan SERBUK, ia yakin pemogokan di PT.Marugo akan membuahkan hasil.

Ketua Advokasi PUK Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Sinar Alumni Sarana , Sukmaedi

 

Jika FSP2KI dan SERBUK berasal dari satu konfederasi, dukungan ke PT.Maruga bahkan muncul dari organisasi di lain konfederasi. PUK Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Sinar Alumni Sarana juga hadir ke tenda perjuangan menyampaikan dukungan. Ketua Bidang Advokasi di PUK itu, Sukmaedi  itu bersama rekan-rekannya membawa logistik sebagai bentuk dukungan. “Dari kemarin kami bertanya-tanya, ini ada tenda ada apa?” ujarnya.

Ia lantas menyampaikan bahwa serikat yang pabriknya terletak tepat di depan PT.Maruga ini mendukung perjuangan kawan-kawan Federasi Serbuk untuk membatalkan pemecatan pada 6 anggotanya.

Dalam tiga hari terakhir, sekitar 50 persen buruh bagian produksi di PT.Marugo Rubber Indonesia melakukan mogok kerja. Anggota Federasi Serbuk Indonesia itu mogok karena enam rekan mereka di-PHK dengan alasan habis kontrak. Padahal, Nota pemeriksaan dari Disnakertrans Kabupaten Karawang nomor 5PKK tertanggal 23 Oktober 2015 Nota tersebut menyatakan bahwa PT. Marugo Rubber Indonesia mesti mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap. Ini sesuai dengan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 pasal 59. Pasal tersebut menyebutkan, “Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis
dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu.”