Dikontrak Bertahun-tahun, Buruh Bongkar Muat Kayu Mogok Kerja

 

Buruh.co, Jakarta – Buruh bongkar muat kayu PT. Wira Putra Perkasa ( PT WPP ) di Muara Enim, Sumatera Selatan, kembali melakukan pemogokkan pada . Ini menyusul pengingkaran manajemen PT. Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT.TEL) terhadap komitmen untuk mengangkat para pekerja menjadi karyawan tetap.

Akibat pemogokan itu, produksi bongkar kayu dari Mobil Loging Truk pengangkut kayu terhenti. Terjadi antrian mobil Loging Truk kayu yang mencapai 2 Kilo Meter. Mobil-mobil tersebut tidak dapat dibongkar hingga berita ini diturunkan. Kamis minggu yang lalu   buruh WPP juga melakukan pemogokan. Hal yang sama selama 10 Jam antrian mobil Loging Kayu mencapai 6 Km.

Pemogokkan di lakukan akibat tidak adanya keputusan yang dijanjikan oleh Management PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper ( PT TEL ) selaku perusahaan pemberi kerja tentang keberlansungan kerja buruh WPP. Para buruh WPP seharusnya sudah menjadi pekerja permanen, UU 13/2003 pasal 59.

Manager Senior PT TEL AM dan HY minggu lalu melalui telepon meminta agar pemogokan di hentikan dan mengatakan “Saya berjanji akan menyelesaikan semua permasalahan buruh WPP.” Namun, sampai pada hari tidak ada keputusannya. Pihak Serikat juga telah melayangkan surat agar di lakukan Pemeriksaan status kerja Permanen ke Pengawas disnaker, itu juga belum berjalan.

Mery pengurus unit WPP mengatakan, “Kami tidak akan melakukan aktivitas kalau belum ada keputusan dan akan melakukan aksi berikutnya bersama keluarga dengan masyarakat sekitar.” Di samping status kerja yang tidak jelas, PT.WPP mengingkari kesepakatan bersama yang menyatakan akan membayar upah sesuai dengan UMSK.

“Upah yang kami terima untuk menafkahi anak, Istri dan orang tua, itu di potong apabila mobil atau alat berat yang kami operasikan lecet sedikit saja. Kami putra daerah sepertinya sudah digolongkan menjadi pekerja tingkat bawah, keadilan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak tidak ada di PT TEL tidak ada” imbuhnya.

Suasana pemogokan di PT.TEL