Di Depan Ribuan Buruh, Petani Rembang Galang Dukungan Tolak Pabrik Semen

Orasi Suharno di depan rapat akbar

Buruh.co, Jakarta – Rapat akbar Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI-KPBI) menunjukan kebersamaan antara gerakan tani dan buruh. Elemen petani turut memberikan orasi politiknya. Perwakilan dari petani Rembang menggalang dukungan penolakan pengoperasian PT.Semen Indonesia di hadapan sekitar dua ribu buruh transportasi dalam rapat akbar itu.

Perwakilan petani rembang Suharno menjelaskan sebanyak 50 petani kakinya masih dicor semen. Pengecoran itu merupakan bentuk protes terhadap rencana pembangunan pabrik semen.

Mereka juga terus melakukan aksi unjuk rasa di depan istana untuk mengetuk hati Presiden Joko Widodo agar membatalkan pengoperasian pabrik semen. “Yang jelas, kami akan melakukan cor kaki di depan istana sampai tuntutan kami dipenuhi oleh presiden Indonesia,” seru Suharno di hadapan ribuan buruh pada Minggu, 19 Juni 2017.

Janji Jokowi yang Diingkari

Suharno mengisahkan aksi cor semen jilid II muncul sebagai bentuk tagih janji para Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo sempat memberikan janji manis untuk menghentikan sementara pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah.

Janji itu muncul pada 2 Agustus 2016 ketika aksi cor kaki membuahkan hasil pertemuan dengan politisi dari PDI-P itu. “Ada kesepakatan kajian lingkungan strategis. Selama proses kajian, izin tidak dikeluarkan dan menunggu satu tahun hingga diambil keputusan,” cerita sedulur sikep itu.

Namun, rekan satu partai Presiden Joko Widodo, Ganjar Pranowo, malah mengeluarkan izin baru untuk pengoperasian pabrik Semen Indonesia

FBTPI sebelumnya menunjukan dukungan dengan mengerahkan tiga mobil untuk mengangkut 50 petani yang kakinya dicor ke istana. Sebanyak 20 Laskar Buruh dari federasi itu juga turun membantu mereka yang berlawan tersebut untuk melakukan aktivitas sehari-shari.

Persatuan Gerakan Buruh dan Tani

Setelah Suharno, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) membenarkan pentingnya gerakan tani dan buruh untuk bersatu. KPA merupakan wadah 145 organisasi serikat tani, nelayan, masyarakat adat, dan perempuan yang memperjuangkan reformasi agrarian atau pemerataan kepemilikan lahan.

Sekjen KPA Dewi Kartika menegaskan izin baru PT.Semen Indonesia cacat hukum. “ Itu kesalahan Ganjar Pranowo. Itu salah satu yang pelik dalam konflik agrarian yang terjadi di banyak daerah,” tukasnya.

Ia menyerukan pentingnya persatuan gerakan buruh dan tani karena keduanya saling terkait. Banyak dari buruh berasal dari desa dan bahkan kedua orang tuanya ada yang masih bertani.

Dewi menambahkan pemiskinan petani berarti tambahan buruh cadangan yang datang ke kota. Ini akan menurunkan daya tawar buruh di hadapan pemeirntah dan pengusaha. “Generasi muda di desa tidak punya harapan untuk hidup dan menggantungkan hidup pada sektor pertnian karena tanah2nya sudah dirampas sehinggabanyak yang terpaksa harus pergi ke kota untuk mencari sumber kehidpan yang lain,” serunya.

Petani Butuh Bantuan. Mereka tidak dapat beregiatan normal karena kaki dicor.

Buruh dan tani juga sama-sama menderita represi dari negara. Salah satunya, dalam bentuk pemidanaan yang dipaksakan atau kriminalisasi. “Di 2016, ada 177 petani dipidanakan, bahkan banyak yang mengalami kekalahan di pengadilan,” kata Dewi.

Untuk itu, ia menyerukan agar petani dan buruh makin memperkuat persatuan, melampaui sekedar aksi solidaritas. “Kita harus menjadikan agenda gerakan buruh menjadi bagian gerakan tani. Begitu juga sebaliknya, agenda gerakan tani harus menjadi bagian gerakan buruh,” papar Dewi.