Desak Perusahaan Patuh Hukum, Buruh Demo PT Asianagro Agung Jaya

Aksi FBTPI di depan PT Asianagro Agung Jaya

Buruh.co, Jakarta – Massa dari Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI-KPBI) mendesak perusahaan PT Asianagro Agung Jaya mematuhi hukum ketenagakerjaan dengan mempekerjakan kembali 36 buruh yang sudah dirumahkan selama empat bulan. Permintaan itu sesuai dengan anjuran Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara pada pabrik yang memproduksi mentega vita dan minyak goreng camar tersebut.

Aksi dilakukan pada Rabu, 23 Mei 2018, di jl.Semarang blok A_6 no 1 kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Aksi dilakukan setelah berbagai mediasi baik bipartit maupun tripartit gagal.

Para karyawan semula dipekerjakan oleh perusahaan outsourcing PT Solusindo Mitra Sejahtera di PT Asianagro. Namun, outsourcing tersebut melanggar hukum karena dilakukan untuk pekerjaan inti. Alhasil, hubungan kerja para karyawan seharusnya beralih demi hukum ke PT Asianagro.

Salah seorang perwakilan buruh, Hendro, menyebutkan para buruh hanya meminta kepastian kerja dan upah proses selama empat bulan. Selama ini, mereka tidak pernah dapat tenang dalam bekerja. “”saya bekerja dari tahun 2008 di keluarkan bulan maret 2018 dengan tak jelas bahkan selama kerja tak ada kontrak kerja,saya hanya menuntut apa yang di keluarkan surat anjuran dari sudinakertrans jakarta utara,” ungkapnya.

Sempat terjadi ketegangan selama aksi. Ini menyusul aksi dorong mendorong antara buruh dengan barisan keamanan dari kepolisian. Ini karena kepolisian mendesak massa memberi jalan bagi mobil barang yang tidak dapat lewat.

Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan aksi masih berlangsung. Para buruh berencana melanjutkan aksi ke kantor pusat PT Asianagro Agung Jaya, Jakarta Pusat jika perusahaan tetap membandel pada surat anjuran Suku Dinas Tenaga Kerja.

PT.Asianagro Agung Jaya merupakan bagian dari salah satu eksportir terbesar kelapa sawit Apical Group. Apical Group digawangi oleh salah satu orang terkaya atau taipan di Indonesia Sukanto Tanoto. Sukanto Tanoto, berdasarkan data majalah ekonomi Forbes, merupakan orang terkaya ke-30 dengan total harta USD 1,1 miliar atau setara Rp 15 triliun.