Dalam Rezim Upah Murah, Tak Ada Hidangan Layak bagi Keluarga Buruh

Para anggota keluarga turut memberikan dukungan kepada para suami yang mengikuti kegiatan Aksi Mogok Kerja Nasional Crew AMT.

Sekitar 1000 tahun silam, teks-teks kedokteran telah beredar di masa Babilonia. Tulisan medis tertua Babilonia adalah “Diagnostic Handbook.” Ditulis oleh Esagil Kin Apli (sesorang yang dianggap dokter masa itu) dari Borsippa. Buku ini ditulis pada masa pemerintahan Raja Babilonia Adad Apla Iddina, yang memerintah pada tahun 1069-1046 SM. Seiring perkembangan pengobatan Mesir kuno, Babilonia memperkenalkan konsep diagnosis, prognosis, pemeriksaan fisik, dan resep medis.

Setelah itu ilmu kedokteran terus berkembang maju dengan penemuan-penemuannya terbaru, salah satunya tentang berapa jumlah minimal kalori yang dibutuhkan manusia dalam sehari. Disini frasa pythagoras soal angka pun berlaku, bahwa semua realitas dapat diukur dengan bilangan. Termasuk Bagaimana manusia secara fisiologis membutuhkan kalori untuk kehidupan sehari-harinya.

Standar kalori manusia pun muncul, berdasarkan National Health Service di Inggris, laki-laki disarankan mengonsumsi 2500 kalori dan wanita 2000 kalori. Kalori adalah takaran energi yang ada dalam makanan. Di Amerika, laki-laki disarankan mengonsumsi 2700 kalori per hari dan wanita 2200 kalori per hari. World Healthy Organization (WHO) menempatkan angka 3000 kalori perhari. Bila ditanya kenapa standar kalori itu di tetapkan? Jawabannya tidak lain agar manusia punya gizi baik, produktif dan dapat hidup layak.

Pernyataan tersebut senada dengan bunyi pasal 88 dalam UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,

“Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Ditambah dengan pernyataan Pasal 7 Kovenan Internasional Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya menyatakan bahwa setiap orang berhak atas upah yang adil dan layak, tanpa pembedaan dalam bentuk apapun, sehingga dapat menjamin imbalan yang berupa upah yang adil dan kehidupan yang layak bagi mereka yang sudah berkeluarga.

Bila dilihat upah minimum buruh yang mengacu Kebutuhan Hidup Layak (KHL), jumlah kalori yang di hitung hanya berlaku bagi satu orang buruh yaitu 3000 kalori/hari. Sementara keluarganya dibiarkan menunggu kalori tubuhnya dapat terisi dari mukzijat. Maka upah yang di terima oleh buruh yang berkeluarga tidaklah memenuhi standar kalori secara ilmiah, pun badan international seperti WHO.

Jumlah kerja yang panjang tentu sangat menghabiskan banyak kalori. Hasil publikasi Journal of Physical Activity and Health di University of Pittsburgh, disimpulkan duduk selama 15 menit saja menghabiskan sekitar 20 kalori, bila seseorang sambil berjalan selama 15 menit kalori yang dihabiskan sekitar 130. Jumlahkan saja bila buruh yang harus bekerja selama 8 jam, bahkan lebih, tanpa ada makanan yang di sediakan ditempat kerja!

Upah minimum yang terpaksa diterima buruh saat ini sangat jauh dari standar kalori yang dibutuhkan tubuh manusia. Buruh yang bekerja harus rela membagi kalorinya dengan keluarganya. Tak heran bila Indonesia berada dalam posisi 108 soal gizi masyarakat, lebih tepatnya tergolong gizi buruk (Riset Global Nutrition pada 2016).

Sejak keluarnya PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan, gizi keluarga buruh akan ditentukan oleh penjumlahan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Bukan hitungan daging, susu dan roti di tabel kesehatan, permainan spekulan di pasar uang malah ikut menentukan jawaban: tubuhmu perlu asupan protein atau cukup mengunyah kerupuk rasa micin. Untuk kesekian kali, sains ditaklukkan hukum ekonomi (kapitalis) yang nir ilmiah.

Alhasil, penghasilan buruh pun merosot tajam. Daging yang harus di konsumsi harus berganti sebutir telor dadar dengan tepung segenggam. Kecuali Idul Adha tiba, konsumsi daging rakyat Indonesia terbilang memprihatinkan, sementara protein hewani ini sangat diperlukan untuk tubuh manusia.

Konsumsi daging sapi orang Indonesia hanya 17 ons per tahun. Jika dibandingkan dengan negara seperti Amerika, Anda jadi tak perlu menonton sinetron untuk bisa berkaca-kaca. Menurut National Health and Nutrition Examination Survey, pada 1999-2004, konsumsi daging di Amerika (masih jauh dari rata-rata yang dianjurkan standart nasional Amerika), sudah mencapai 1,7 ons per hari. Kasarnya daging yang dimakan orang Amerika selama sehari akan cukup untuk keperluan rakyat Indonesia selama setahun.

Dengan upah minimum dikisaran 3-4 juta/bulan, kosakata layak yang disandingkan dengan kata upah, masih sekedar dicomot belaka dibanding dibuktikan secara nyata. Demi kebutuhan hidup rata-rata perbulan, BPS saja mematok angka Rp 5.580.037, apalagi kebutuhan kalori tubuh manusia yang beradab. Apa yang bisa diharapkan dari sistem ekonomi yang memberi makan layak saja tak becus, alih-alih menjanjikan kemakmuran bersama. Demi kehidupan yang lebih baik, sistem ekonomi yang sedemikian itu harus terus diusahakan tiba di hari kematiannya.

Sumber

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan Per Hari?

http://www.biaya.net/2015/11/peringkat-biaya-hidup-kota-indonesia.html

TUGAS AKHIR PENENTUAN BEBAN KERJA BERDASARKAN JUMLAH ASUPAN KALORI DAN TINGKAT KELELAHAN KARYAWAN PADA STASIUN PENYORTIRAN BUAH KELAPA SAWIT. JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TEUKU UMAR MEULABOH 2013. OLEH MUZAWIR

(Penulis : Zaki Muhammad)