Buruh Suplayer Wilmar Melakukan Mogok Kerja

 

Kurang lebih 700 buruh perkebunan sawit di PT. Sarana Prima Multi Niaga (SPMN) Kota Waringin Timur melakukan mogok kerja, mayoritas mereka bekerja dibagian perawatan dan pemanen (Senin 12/2/18).

Pemogokan kerja dimulai sejak pukul 6 (enam) pagi, mereka menuntut untuk dibayarkanya kekuarangan upah sebagaimana kesepakatan. istilah di perusahaan adalah Top Up yakni selisih upah yg harus di berikan perusahaan kepala buruh yang upahnya kurang dari besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) akibat dari sistem target dan borongan yang diberlakukan oleh perusahaan.

Menurut keterangan Anton sekretaris Serikat di perkebunan, saat ini rata-rata upah yang diterima buruh antara Rp. 700.000 sampai Rp. 1.500.000 dengan tujuh jam kerja, sedangkan Upah minimum Kabupaten Kota Waringin Timur pada 2018 sebesar Rp. 2.552.347 dengan demikian kekurangan upah rata-rata Rp.700.000 sampai Rp. 1.500.000. Para buruh menuntut untuk tidak diberlakukan sitem borongan tetapi menggunakan sitem harian kerja sesuai dengan UU ketenagakerjaan No. 13 tahun 2013 pasal 77 yakni 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam 1 (satu) miggu Atau 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

Selain menuntut dibayarkan selisih upah, para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Sawit Indonesia (SPASI) ini menuntut dinaikanya uang Peruning (pembersihan bunga sawit dan buah pasir) menjadi Rp.2.000 per pokok dan menaikan upah brondolan menjadi Rp. 500. dan beberapa tuntutan lain diantaranya, menuntut pihak perusahaan segera mengeluarkan kartu kepesertaan jaminan sosial (BPJS), memberikan alat perlindungan dan keselamatan kerja yang memadai dan penanganan yang cepat jika buruh mengalami kecelakaan kerja.

Perkebunan kelapa sawit milik PT. Sarana Prima Multi Niaga (SPMN) dengan luas 7.114 hektar yang berada di kecamatan Parenggean, kabupaten Kotawaringin Timur, adalah salah satu anak perusahaan TSH Group yang berbasis di Malaysia. Perusahaan yang merupakan salah satu pemasok utama CPO ke WIlmar Group ini mulai membuka kebunnya di atas lahan di 3 desa dan 2 kecamatan sejak 2007.

Pemogokan buruh PT. SPMN mendapat dukungan penuh dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Rahmat menyampaikan temen-temen buruh yang tergabung dalam Spasi merupakan bagian dari AGRA tentusaja atas pemogokan dan seluruh tuntutan kami menyampaikan dukungan, kami juga menuntut agar pihak terkait dalam hal ini PT. SPMN termasuk Wilmar Group segera merespon tuntutan buruh, kami mendesak segera dilakukan dialog dan kami mengingatkan agar pihak perusahaan tidak melakukan mobilisasi aparat karena dihawatirkan akan menimbulkan masalah baru.

Kami juga mendesak kepada pihak dinas tenaga kerja kabupaten Kota Waringin Timur segera turun dan memastikan seluruh hak buruh dihormati dan diberikan oleh perusahaan.

 

Siaran pers Agra, senin 12 debruari 2018