Buruh Pulp dan Kertas Dukung Long March Buruh Zombi Pertamina

FSP2KI Riau Dukung Long March AMT Pertamina

Buruh.co, Muara Enim – Buruknya pengelolaan Sumber Daya Manusia, manajemen PT Elnusa Petrofin dan PT Pertamina Patra Niaga yang mem-PHK 1095 buruh Armada Mobil Tangki ( AMT) berdampak pada aksi long march.

Sebanyak 50 orang buruh Awak Mobil Tangki Pertamina  melakukan longmarch mulai tanggal 13 Oktober 2017 dari Bandung hingga Jakarta dengan tema “Gugat Negara, Selamatkan BUMN”. Aksi ini juga mewakili setidaknya 1095 buruh AMT yang menjadi korban PHK.

Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas menyatakan mendukung aksi long march 50 Buruh AMT ini sebagai bentuk kritikan tajam terhadap Negara. Ini karena telah gagal dalam melindungi hak rakyat akibat adanya PHK Ilegal.

Atas aksi tersebut, Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI) dan seluruh Serikat Pekerja Anggotanya ( SPA ) mendukung penuh melalui berbagai bentuk solidaritas. Solidaritas muncul karena buruh AMT sama-sama mengalami penindasan dari pengusaha.

Serikat Pekerta Terminal Untuk Kepentingan Sendiri ( SP TUKS) , Lampung, salah satu SPA dari FSP2KI selalu ikut bersama-sama dengan buruh AMT Pertamina Lampung melakukan aksi menuntuk perlakuan yang tidak adil dari perusahaan.

FSP2KI menganggap kesewenangan-wenangan Pertamina tidak bisa dibiarkan dan perlu bersama-sama untuk dilawan. Terkesan pemerintah menutup mata akan terjadinya hal ini pada buruh AMT pertamina. Padahal, seperti kita ketahui pertamina adalah perusahaan BUMN yang notabene menghasilkan produk yang tanpa tersaingi dan dapat menentukkan harga sendiri tetapi buruhya tidak mendapatkan perlakuaan yang jauh dari sejahtera.

FSp2KI Riau Dukung Long March

Buruh pertamina mengenakan kostum zombi dalam melakukan aksi long march Bandung-Jakarta. Rute sejauh 160 kilometer itu ditempuh untuk menuntut penghapusan kontrak dan outsourcing di BUMN. Kontrak dan outsourcing menurunkan daya tawar buruh dan membuat melanggengkan sistem yang mempekerjakan mereka lebih 12 jam tanpa upah lembur. Setelah pemerintah menjanjikan pembekuan perusahaan outsourcing yang ilegal di Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Petrofin, manajemen malah melakukan PHK terhadap 1.095 buruh secara ilegal.

Aksi para zombie buruh awak mobil tangki Pertamina rencananya akan bermuara di Istana Negara. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo merapikan pengelolaan BUMN dan agar BUMN tidak lagi melanggar hukum dengan menggunakan sistem kerja outsourcing.