Buruh Ini Kontrak Tapi Punya Perjanjian Kerja Bersama

Buruh.co, Jakarta – Seringkali, hak-hak sebagai buruh, seperti cuti, baru bisa dipastikan setelah menjadi karyawan tetap. Namun, hal ini tidak berlaku bagi buruh kontrak di PT.Wira Putra Perkasa. Hal tersebut terjadi berkat adanya Perjanjian Kerja Bersama di perusahaan penyedia alat berat tersebut.

Buruh kontrak di Muara enim, Sumatera Selatan selama lima hari melakukan perundingan Perjanjian Kerja Bersama dengan Perusahaannya. Perundingan yang dimulai pada 8 Agustus itu berakhir pada 12 Agustus 2017.

Serikat buruh di PT.WPP berunding bersama dengan manajemen dengan pendampingan dari Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI). Ada delapan orang tim perunding dari serikat tersebut sementara dari Joni Sibarani dan M.Fatkuroji mendampingi dari federasi. Di satu sisi, tim perunding dari perusahaan adalah Gultom dan Andi.

Buruh PT WPP yang baru memiliki masa kerja 1 tahun dapat melakukan penekanan kepada pengusaha untuk mengajak berunding PKB. Ada 69 pasal rancangan PKB yang dirundingkan dengan hasil kesepakatan yang memuaskan. Banyak hak-hak buruh berhasil diperoleh. Di antaranya adalah cuti melahirkan 14 minggu, pemotongan iuran serikat, pakaian seragam menjadi 3 pasang, cuti khusus tanpa di potong upah dll.

“Perjuangan kami tidak sia-sia, hasil kesepakatan sangat memuaskan, banyak pasal pasal yang kami kira sulit di untuk di dapatkan bisa kami dapatkan,” kata Bambang, juru bicara perundingan dari Buruh PT WPP.

Meski buruh PT WPP baru Kali pertama melakukan perundingan tetapi cukup baik dalam berargumen, “Strategi perundingan yang kami pelajari sangat bermanfaat, sehingga meningkatkan estalase perdebatan” imbuh juru runding lainnya, Budi.